Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Aspani Anshari mengingatkan kaum Muslim waktu-waktu yang haram shalat, dalam tausyiahnya di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai, Kelurahan Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin, sesudah shalat Subuh, Rabu.
Ustadz Aspani menyebutkan, waktu-waktu haram laksanakan shalat yaitu saat matahari terbit atau "syuruk" (hingga setinggi tombak). "Pengertian setinggi tombak tersebut para ulama berpendapat sama dengan empat derajat, dan tiap derajat hitung empat menit," jelasnya.
Selain itu, ketika matahari berada di tengah langit atau di atas kepala hingga cenderung ke barat dengan hitung waktu lebih kurang sepuluh menit, serta saat matahari terbenam, kecuali dengan jeda selama azan Maghrib sekitar delapan menit.
Alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir itu sengaja mengangkat topik tentang waktu-waktu yang Allah haramkan shalat, karena mungkin banyak kaum Muslim yang lupa atau belum mengetahui secara pasti ketentuan tersebut.
"Pasalnya sayang atau percuma shalat pada waktu-waktu terlarang," ujar pendiri/pengasuh salah satu pondok/madrasah di Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, di hadapan jamaah Shalat Subuh Masjid Al Falah itu.
Baca juga: Ustadz Aspani: Tayamum jadi pengganti mandi wajib saat tak ada air
Ustadz Aspani mengapresiasi kaum Muslim yang dengan semangat tinggi melaksanakan shalat tepat waktu, baik shalat wajib maupun sunat. "Tetapi harus sesuai ketentuan, jangan shalat pada waktu terlarang," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Aspani juga mengungkapkan keutamaan Shalat Tasbih antara lain bisa menghapuskan dosa, terutama dosa-dosa kecil, baik lama ataupun yang baru, baik sengaja maupun tak sengaja.
Baca juga: Ustadz Aspani ingatkan dampak tak mendahulukan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
"Oleh karenanya seorang Muslim minimal satu kali seumur hidup laksanakan Shalat Tasbih. Syukur-syukur kalau bisa Shalat Tasbih lebih banyak lagi, misalnya sekali dalam sepekan atau lebih lagi," demikian Ustadz H Aspani Anshari.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.