Jakarta (ANTARA) - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menegaskan pihaknya kini mengubah layanan pertanahan dari pendekatan tematik menuju paradigma holistik untuk mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan kepastian penyelesaian urusan masyarakat.

Menurut Nusron perubahan paradigma layanan pertanahan dari pendekatan sektoral menuju sistem berbasis wilayah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Indonesia.

"Kita mengubah paradigma (layanan pertanahan) dari paradigma tematik menjadi paradigma holistik," kata Nusron ditemui usai Peluncuran Transformasi Layanan dan Organisasi Kementerian ATR/BPN di Jakarta, Senin.

Ia menerangkan sistem sebelumnya membagi pekerjaan berdasarkan fungsi seperti pengukuran, penetapan hak, maupun penanganan sengketa sehingga setiap bidang bekerja sesuai tugas tematik yang telah ditentukan.



Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026