Kasus kematian ternak unggas berupa ayam milik salah satu kelompok ternak di Banjarbaru Kalimantan Selatan positif disebabkan virus flu burung sebagaimana terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Rosihan Adhani pada rapat koordinasi dengan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin bersama dinas lainnya, di Banjarmasin Rabu mengatakan, dari hasil pemeriksaan laboratorium kasus kematian ternak di Banjarbaru positif akibat serangan flu burung.
Selain di Banjarbaru, kata dia, kini kasus kematian unggas berupa burung puyuh di Kotabaru sedang dilakukan uji laboratorium untuk memastikan apakah karena serangan flu burung atau akibat penyakit lainnya.
"Kita minta seluruh dinas dan instansi terkait termasuk petugas kesehatan untuk siaga mengantisipasi meluasnya kasus ini," katanya.
Selain itu, kata dia, pihaknya telah menyiapkan dua rumah sakit rujukan flu burung yaitu di RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.
Rosihan memastikan, kendati flu burung mulai menyerang unggas di Kalsel tetapi penularan kepada manusia hingga kini masih belum terjadi karena dinas dan instansi terkait cukup tanggap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kita langsung melakuka pemeriksaan terhadap orang-orang sekitar yang berhubungan dengan ternak yang meninggal tersebut, antara lain dengan melakukan tes darah," katanya.
Kepala Dinas Peternakan Kalsel Maskamian Anjam mengatakan, kasus flu burung di Kota Banjarbaru terjadi pada tiga bulan lalu, dan sekitar seratus ayam yang ada di sekitar lokasi sudah langsung di bakar.
"Begitu ada informasi di sekitar peternakan ada ayam yang terkena flu burung langsung kita musnahkan dengan di bakar," katanya.
Selain di Banjarbaru, kata dia, di Kotabaru sekitar 500 ekor burung puyuh juga telah dimusnahkan karena terindikasi adanya penyebaran flu burung.
Menurut Maskamian, terjangkitnya flu burung di peternakan Banjarbaru karena kurangnya kehati-hatian dalam pemeliharaan.
Ayam yang dibeli dari pasar, kata Maskamian, sebelum dilepas seharusnya dilakukan tahapan-tahapan pemeliharaan antara lain dengan vaksinasi, namun yang terjadi pada saat itu ayam langsung dilepas ke alam bebas.
Kondisi tersebut membuat ternak atau unggas menjadi rentan terjangkit penyakit apalagi saat ini merupakan musim dingin dimana daya tahan tubuh unggas relatif berkurang sehingga berbagai penyakit mudah masuk.
"Untuk saat ini hampir seluruh peternakan telah aman dari flu burung asalkan tahapan pembersihan kandang dan penyemprotan dengan disinfektan rutin dilakukan," katanya.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.