Pendapat seorang ahli hikmah mengatakan, ada tujuh (7) hal penyebab Allah tidak mengabulkan do'a hamba Nya atau seorang Muslim
Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkapkan penyebab doa hamba-Nya atau seorang muslim tak Allah kabulkan.
"Pendapat seorang ahli hikmah mengatakan, ada tujuh hal penyebab Allah tidak mengabulkan doa hamba-Nya atau seorang muslim," kutip Tuan Guru Madyan dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut, Rabu malam.
Sebelumnya Tuan Guru yang lama mendalami ilmu agama di.Mekkah dan Madinah, Arab Saudi itu menceritakan, seseorang bisa yang datang kepada ahli Hikmah atau kashaf mengadukan nasibnya.
Diceritakan, orang bisa bilang saya sudah lama berdoa tapi tidak kabulkan. Padahal Allah menyatakan, berdoalah pasti Aku (Allah) kabulkan.
Ahli Hikmah mengatakan; ada tujuh penyebab doa seseorang (maksudnya orang Muslim) tidak Allah kabulkan antara lain mengerjakan sesuatu yang Allah murkai, dan tak pernah menyesal atas perbuatannya serta tidak mau bertaubat.
Alumnus Universitas Islam Madinah itu menjelaskan sesuatu yang Allah murkai antara lain menyerikatkan-Nya seperti halnya pekerjaan orang-orang Yahudi dan Nasrani
Selain itu, mengaku sebagai hamba Allah, tapi tidak melakukan layaknya seorang hamba yaitu hamba Nya, serta membaca Al Qur'an tapi tidak memperhatikan huruf, tak ketahui makna dan tidak mengamalkan kandungnya.
"Hal lain yang penyebab doa tidak Allah kabulkan, mengaku umat Nabi Muhammad SAW tapi tidak melaksanakan sunnahnya (sunnah Rasul tersebut)," lanjut Tuan Guru asal Amuntai itu mengutip ahli Hikmah tersebut.
Mantan Ketua Qari dan Qari'ah DKI Jakarta itu memberi contoh sederhana sunnah Rasulullah SAW yaitu mengucapkan salam kalau bertemu serta bersalaman jika berdekatan.
"Rasulullah, walaupun seorang Rasul beliau terlebih dahulu (kalau beliau lebih dahulu melihat) memberi salam serta mengulurkan tangan untuk berjabatan. Hal seperti dilakukan Rasul belum memasyarakat seperti di Kalsel atau Banjarmasin," ujar Tuan Guru Madyan.
Padahal, lanjutnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut, banyak nilai positif dengan mengucap salam dan bersalam-salaman antara lain bisa lebih mempererat silaturahmi. "Hal yang utama dari salam tersebut mengandung doa keselamatan dan keberkahan.
"Banyak lagi yang lain yang mungkin di luar kesadaran kita atau sengaja, menjadi penyebab doa kita tidak Allah kabulkan," ujar keponakan almarhum Dr KH Idham Chalid - mantan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) masa Presiden Soekarno tersebut.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026