Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangeran Jaya Sumitra Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pangeran Jaya Sumitra, dr. H. Aswin Febria, menjelaskan, layanan IGD beroperasi 24 jam penuh sebagai garda terdepan rumah sakit. 

"Rata-rata kunjungan pasien IGD mencapai hampir 1.000 pasien per bulan, dengan waktu respons penanganan ditargetkan kurang dari lima menit sejak pasien dating," katanya saat acara Forum Konsultasi Publik (FKP) di Kotabaru, Selasa.

Dikatakan, pelayanan diberikan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan tanpa membedakan status jaminan pasien.

Saat ini Kabupaten Kotabaru telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), sehingga seluruh masyarakat telah terjamin dalam pelayanan kesehatan.

Ia mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan ruang, sumber daya, serta sistem rujukan yang belum optimal. 

Meski demikian, pihak rumah sakit terus melakukan perbaikan melalui penguatan alur layanan, peningkatan koordinasi, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, H. Eka Saprudin, menyambut baik pelaksanaan FKP sebagai bagian dari kewajiban perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Forum ini sangat penting sebagai sarana evaluasi dan perbaikan layanan. Kritik dan masukan dari masyarakat harus dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu pelayanan, khususnya di bidang kesehatan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap ramah, ikhlas, dan profesional dari tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan, serta perlunya inovasi seperti sistem penilaian kepuasan masyarakat yang mudah diakses.

Melalui forum ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat dalam upaya bersama meningkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Kotabaru.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk menjaring masukan, saran, dan aspirasi dari para pemangku kepentingan guna mendorong pelayanan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. 

Selain itu, FKP juga memperkuat komunikasi antara penyelenggara layanan kesehatan dengan masyarakat sebagai pengguna layanan.



Pewarta: Ahmad Nurahsin Q
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026