Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan berhasil meraup pendapatan asli daerah (PAD) pada triwulan pertama atau Januari hingga Maret pada 2026 sekitar Rp140 miliar melebihi target yang ditetapkan.
Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Kota Banjarmasin Edy Wibowo di Banjarmasin, Senin, mengungkapkan, realisasi pengumpulan PAD pada triwulan pertama mencapai 20 persen dari target PAD Rp721 miliar pada APBD 2026.
"Padahal target triwulan pertama ini hanya 15 persen, tapi realisasinya melebihi hingga 20 persen atau sudah terkumpul sekitar Rp140 miliar," paparnya.
Dia menyampaikan, dengan upaya maksimal untuk menggenjot realisasi PAD, optimis pada triwulan kedua bisa mencapai 40 sampai 50 persen hingga pada akhir tahun bisa memenuhi target hingga lebih.
"Sumber PAD terbesar tetap pada sektor pajak restoran/rumah makan, kemudian pajak penerangan jalan," paparnya.
Diungkapkan Edy, pihaknya terus menggali potensi pajak diantaranya pada kegiatan usaha kafe yang sangat menjamur di kota ini.
Meskipun dia mengakui masih banyak tantangan di lapangan, terutama terkait kejujuran wajib pajak (WP).
Karenanya, untuk menindaklanjuti hasil audit BPK, pihaknya berkomitmen melakukan perbaikan kinerja dan mengubah pola pengawasan.
Edy menyampaikan, bulan depan pihaknya akan mulai mengimplementasikan hasil evaluasi untuk menutup celah kebocoran potensi pajak.
"Kita akan gali terus potensinya, sebenarnya kalau semua WP mau bayar secara jujur, potensi PAD kita bisa mencapai Rp1 triliun," ucapnya.
"Karenanya fokus kita ke depan adalah mengubah pola pikir WP agar sadar akan kewajibanya dan memasukkan semua data ke dalam sistem secara transparan," demikian kata Edy.
Pewarta: SukarliEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.