Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini adalah hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami ingin memastikan akses pendidikan, pelayanan publik, hingga distribusi logistik berjalan lancar sehingga berdampak langsung pada peni

Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan TNI bersinergi melakukan rehab pembangunan jembatan Garuda di perbatasan Banjarmasin di wilayah Basirih, Banjarmasin Selatan dan Kabupaten Banjar di wilayah Kecamatan Aluh-Aluh.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan Garuda untuk membuka akses daerah yang terisolir tersebut dihadiri Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel CZI Slamet Riyadi dan Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR serta tokoh masyarakat, Senin.

Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus menegaskan, pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti konkret kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat. 

"Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini adalah hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami ingin memastikan akses pendidikan, pelayanan publik, hingga distribusi logistik berjalan lancar sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Dia menambahkan, pembangunan serupa juga dilakukan di 16 titik, terdiri dari delapan jembatan gantung serta delapan jembatan beton yang difokuskan pada wilayah sulit terjangkau.

Baca juga: Bupati HSU letakkan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda

Sementara itu, Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel CZI Slamet Riyadi menjelaskan, teknis proyek ini memiliki tantangan tersendiri karena kondisi tanah rawa. Namun, strategi konstruksi telah disesuaikan agar tetap kokoh dan tahan lama.

“Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi harian. Kami targetkan pengerjaan selesai dalam tiga bulan, bahkan diupayakan lebih cepat agar manfaatnya segera dirasakan,” ungkapnya.

Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR mengungkapkan, pembangunan Jembatan Garuda sepanjang 74 meter dan lebar dua meter.

Menurut dia, pembangunan jembatan ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan peningkatan kualitas pendidikan.

"Hari ini kita bersama TNI melaksanakan ground breaking jembatan gantung yang menjadi akses penting masyarakat. Ini menghubungkan Banjarmasin dengan wilayah Kabupaten Banjar, khususnya Aluh-Aluh. Kami berharap pembangunan seperti ini terus berlanjut karena masih banyak kebutuhan serupa,” ucapnya. 

Baca juga: Kodim 1010 Tapin bangun Jembatan Garuda di Desa Sawaja

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas dukungan program pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung masyarakat.

Dengan kekuatan kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal utama percepatan pembangunan. Peluang peningkatan ekonomi pun dapat terbuka lebar dengan akses infrastruktur penghubung yang lebih baik.

 



Pewarta: Sukarli
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026