Banjarmasin (ANTARA) - Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Muhammad Yamin HR mengangkat isu pendidikan karakter hingga penanganan gangster remaja pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026.
Yamin saat memimpin upacara Hardiknas 2026 di SMPN 6 Banjarmasin, Senin, menyampaikan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan.
“Pendidikan adalah proses untuk tumbuh kembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, serta bertanggung jawab,” ucapnya.
Dinyatakan dia, momentum Hardiknas tahun ini ditandai dengan pencanangan budaya sekolah aman dan nyaman di Kota Banjarmasin.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap berbagai persoalan sosial yang mulai menyasar usia pelajar, termasuk maraknya pengaruh kelompok gangster di kalangan remaja yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.
Yamin menegaskan, fenomena gangster tidak boleh dianggap sebagai kenakalan biasa, harus ditangani serius.
Menurut dia, keterlibatan remaja dalam kelompok kekerasan lahir dari lemahnya pengawasan lingkungan, minimnya pendidikan karakter, hingga pengaruh media sosial yang tidak terkontrol.
Karena itu, lanjut dia, pemerintah mendorong keterlibatan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media untuk bersama-sama menjaga anak-anak dari pengaruh negatif tersebut.
"Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita. Jangan sampai generasi muda kehilangan arah karena terpengaruh budaya kekerasan dan lingkungan yang salah," ujarnya.
Dia juga menyampaikan lima kebijakan strategis pendidikan nasional, mulai dari revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter siswa, peningkatan kualitas pembelajaran literasi dan numerasi, hingga perluasan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Selain itu, penguatan karakter melalui program tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat (7KAIH), pramuka, experiential learning, hingga budaya sekolah inklusif, menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan berkepribadian kuat.
Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menjadi benteng terhadap perundungan, intoleransi, kekerasan, hingga fenomena gangster yang mulai meresahkan masyarakat.
Yamin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hardiknas sebagai momentum memperkuat kolaborasi membangun pendidikan bermutu.
Dia menilai, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya melalui program pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan pola pikir dan kepedulian bersama terhadap masa depan anak-anak.
Pewarta: SukarliEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026