Beberapa waktu terakhir kita melihat di media sosial adanya video viral tentang sekelompok anak remaja yang melakukan tindakan kekerasan dengan senjata tajam

Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan merumuskan pembinaan terpadu untuk menangani kenakalan remaja yang mulai marak terjadi.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan, pemerintah kota merespon maraknya fenomena perilaku negatif remaja yang belakangan menjadi perhatian publik, hingga perlu dirumuskan penanganannya ditingkat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarmasin.

"Beberapa waktu terakhir kita melihat di media sosial adanya video viral tentang sekelompok anak remaja yang melakukan tindakan kekerasan dengan senjata tajam. Pemerintah Kota Banjarmasin sesuai arahan Pak Wali Kota bergerak cepat menindaklanjuti masalah ini," ujarnya.

Ananda menyatakan, lewat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dibuat pertemuan Forkopimda hingga melibatkan para kepala sekolah semua tingkatan guna membahas penanganan perilaku berisiko pada anak dan remaja serta kelompok rentan.

"Masalah ini tidak bisa ditangani Pemkot sendiri, tetapi harus melibatkan seluruh stakeholder, termasuk Forkopimda dan institusi pendidikan. Karena pelaku dari tindakan ini mayoritas masih dalam usia sekolah, maka kepala sekolah SD, SMP, SMA dan SMK kita libatkan dalam pembahasan solusi jangka panjang," ujarnya.

Menurut Ananda, Pemkot telah merumuskan sejumlah langkah konkret untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk mengkaji sejumlah pendekatan pembinaan yang dinilai efektif diterapkan di daerah lain, seperti di Jawa Barat.

"Pendekatan yang kami utamakan tetap persuasif, salah satunya melalui pembinaan religius dan penguatan karakter. Namun apabila restorative justice tidak lagi memadai, maka harus ada langkah tegas karena ini menyangkut keselamatan masyarakat dan masa depan generasi muda Kota Banjarmasin," tegasnya.

Kepala Kesbangpol Kota Banjarmasin Ahmad Muzaiyin mengatakan, forum tersebut untuk menyusun solusi menyeluruh terhadap fenomena perilaku negatif remaja di Kota Banjarmasin.

"Pemerintah kota mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang komprehensif melalui sinergi dengan Forkopimda. Karena fenomena perilaku negatif remaja ini membutuhkan solusi lintas sektor sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” ujarnya.

Terkait opsi pembinaan melalui pelatihan kedisiplinan di lingkungan semi-militer atau barak, Muzaiyin menyebut wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan formulasi lebih lanjut.

“Itu salah satu opsi yang muncul dalam rapat internal dan masih kami godok lebih lanjut sesuai arahan pimpinan. Konsepnya bukan seperti penjara, tetapi lebih kepada pembinaan kedisiplinan dan bela negara, misalnya melalui pelatihan di lingkungan seperti Rindam atau tempat pembinaan serupa,” jelasnya.

Dia menegaskan, seluruh opsi yang tengah dibahas akan diformulasikan secara matang dengan mempertimbangkan aspek hukum, pendidikan, psikologis anak, serta efektivitas pelaksanaannya di lapangan.



Pewarta: Sukarli
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026