Banjarmasin (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Hendra mendukung gerakan edukasi penanganan darurat sampah yang terjadi di kotanya karena ditutupnya tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI.
"Kita harus terus menggerakkan pemahaman kepada masyarakat agar mengurangi produksi sampah yang harus dibuang ke TPAS, karena TPAS di daerah kita ditutup," ujarnya saat kegiatan reses di wilayah Surgi Mufti, Banjarmasin Utara, Jumat.
Menurut dia, penanganan darurat sampah di kota ini, sejak ditutupnya TPAS Basirih pada Februari 2025 dan belum dicabut hingga kini, tidak bisa bertumpu pada pemerintah saja, namun semua pihak harus saling kolaborasi, termasuk edukasi ke masyarakat, utamanya tentang program pemilahan sampah.
"Kami di legislatif seperti saat kegiatan reses ini, karena banyak bertemu masyarakat, setidaknya menyisipkan pesan untuk sama-sama menanggulangi permasalahan sampah ini," ucap Hendra.
Sebagaimana diketahui, ungkapnya, Pemkot Banjarmasin melakukan gerakan pilah sampah di lingkungan masyarakat, bahkan mendirikan rumah-rumah pilah sampah di setiap kelurahan dan mengoperasikan maksimal Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) juga TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Selain itu, ungkap dia, Pemkot Banjarmasin juga mengangkat ribuan agen edukasi penanganan sampah yang ditugaskan di setiap RT. Demikian juga mengaktifkan ratusan bank sampah.
"Semua gerakan ini diharapkan menjadi solusi signifikan mengurangi permasalahan sampah di daerah kita," ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengapresiasi kegiatan reses dewan yang menyisipkan edukasi dan ajakan untuk penanganan darurat sampah di daerah ini.
Menurutnya, penanganan darurat sampah di kota ini melibatkan semua lapisan masyarakat, utamanya agar dapat mengelola sampah di masing-masing rumah, dengan memilah sampah organik dan nonorganik yang bisa dimanfaatkan.
Produksi sampah di Kota Banjarmasin rata-rata di atas 400 ton per hari. Jika tidak dilakukan pemilahan, sampah yang harus dikirim ke TPAS sangat besar dan menyulitkan. Sejak TPAS Basirih ditutup, Pemkot Banjarmasin harus mengirim sampah ke TPAS Banjarbakula di wilayah kota Banjarbaru, yang jaraknya cukup jauh.
Pewarta: SukarliEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026