Banjarmasin (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Eddy Junaidi berupaya membantu membangun kesadaran masyarakat untuk aktif memilah sampah sebagai salah satu solusi penanganan darurat sampah di kota ini.
"Jadi saat kegiatan reses, hal yang utama saya sampaikan masalah persampahan, mengajak masyarakat bisa memilah sampah di rumah masing-masing sebelum membuangnya ke tempat sampah," ujar saat reses di Jalan Setoyo S, RT 036, RW 003, Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, Sabtu.
Eddy mengungkapkan, kegiatan reses dilaksanakannya di empat lokasi dengan mengundang banyak masyarakat untuk menjaring aspirasi tersebut disisipkannya pesan untuk membantu pemerintah mengatasi sampah.
Baca juga: DPRD Banjarmasin dukung gerakan edukasi tangani darurat sampah
"Kita menyampaikan pesan Pa Wali Kota juga untuk membantu menyadarkan masyarakat untuk memilah sampah," ujarnya.
Langkah yang efektif saat ini mengurangi sampah di kota ini dengan menggerakkan masyarakat memilah sampah atau memisahkan sampah yang bisa didaur ulang atau masih bernilai termasuk yang bisa jadikan kompos.
Menurut Eddy, gerakan ini harus didukung penuh, karena Banjarmasin tidak memiliki lahan pembuangan sampah lagi setelah Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih resmi ditutup Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Dia pun mengapresiasi langkah pemerintah kota yang mendirikan rumah pilah sampah di setiap kelurahan, juga mengaktifkan ratusan bank sampah yang berada di lingkungan masyarakat.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin aktifkan monitor pemilahan sampah rumah tangga
"Kita harus dukung juga upaya pemerintah kota membangun lebih banyak lagi tempat pengelolaan sampah terpadu (TPAT) dan TPS 3R," ujar Eddy.
Pemkot Banjarmasin juga mengintensifkan Pusat Daur Ulang (PDU) Sungai Gampa, dan terbaru membentuk agen 3T atau reduce, reuse, recycle di setiap RT untuk mengedukasi masyarakat mengelola sampah dan lingkungan.
"Kita harus bersama untuk kota kita lebih baik dan bersih," ujarnya.
Pewarta: SukarliEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026