Banjarmasin (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Selatan menegaskan peran keluarga sebagai pendamping utama anak di ruang digital, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

Kepala BKKBN Kalsel Farah Adibah di Banjarmasin, Selasa, mengatakan kebijakan PP Tunas itu bertujuan untuk memperkuat identitas dan karakter keluarga agar anak terbiasa berinteraksi positif di rumah maupun sekolah.

“Anak yang mendapat pendampingan dan pengawasan orang tua sejak dini memiliki peluang lebih besar mengembangkan keterampilan sosial, tanggung jawab, dan kemampuan komunikasi sehat,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa pengawasan keluarga menjadi kunci efektivitas pembatasan media sosial.

“Sekitar 50 persen balita sudah bersentuhan dengan perangkat digital, sehingga bimbingan orang tua sangat penting untuk mencegah paparan konten yang belum sesuai usia,” katanya.

Baca juga: BKKBN Kalsel hadirkan 3 posko mudik ramah keluarga pada Lebaran 2026

Farah menekankan pentingnya pengalihan aktivitas anak ke kegiatan produktif seperti seni, olahraga, dan kegiatan sosial, serta keseragaman pola pengasuhan agar tercipta lingkungan yang konsisten bagi perkembangan anak.

Ia mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Dinas Kominfo, Dinas PPPA, dan Dinas Pendidikan guna memastikan implementasi PP Tunas berjalan optimal dan konsisten di rumah maupun sekolah.

Selain itu, pengaturan penggunaan telepon seluler diterapkan sebagai alat kontrol tambahan untuk membatasi akses media sosial agar tetap aman dan sesuai usia.

BKKBN Kalsel juga menggandeng Generasi Berencana (GenRe), Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, serta Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) untuk mengedukasi anak melalui pendekatan teman sebaya, sekaligus menyediakan alternatif kegiatan positif di luar media sosial.

Baca juga: BKKBN: 31.724 orang risiko stunting di Kalsel telah terima MBG 3B

Menurut Farah, pendekatan tersebut memudahkan remaja memahami etika digital, pengelolaan waktu, dan perilaku online yang sehat karena disampaikan oleh lingkungan terdekat mereka.

Ia menambahkan, program ini mendorong anak aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan guna membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sejak dini.

“Melalui kombinasi edukasi sekolah dan peran aktif keluarga, diharapkan terbentuk generasi muda yang sadar digital, kreatif, dan mampu memanfaatkan media sosial secara produktif,” ujar dia.



Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026