Banjarmasin (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin mengungkapkan pertumbuhan ekonomi provinsi setempat Tahun Anggaran 2025 meningkat bila dibandingkan tahun sebelumnya.
Gubernur Muhidin mengungkapkan itu dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin Ketuanya H Supian HK dengan didampingi wakilnya Desy Oktavia Sari di Banjarmasin, Rabu.
Berdasarkan LKPj 2025 yang dibacakan Sekdaprov setempat, H Muhammad Syarifuddin, pertumbuhan ekonomi Kalsel pada 2025 sebesar 5,22 persen atau meningkat 0,16 persen dibandingkan dengan 2024.
Baca juga: Bappeda Kalsel percepat langkah pertumbuhan ekonomi 8 persen
Dilaporkan pula, pertumbuhan ekonomi Kalsel 2025 di atas rata-rata nasional yang tercatat 5,11 persen. "Hal tersebut menunjukkan ketahanan dan daya tumbuh ekonomi kita yang terus menguat," ujar Muhidin.
Sementara itu, tingkat ketimpangan yang diukur melalui "Gini Ratio" menurun dari 0,302 pada 2024 menjadi 0,287 pada 2025, ungkap orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (pemprov) tersebut.
"Penurunan tersebut menunjukkan distribusi kesejahteraan di Kalsel menuju ke arah yang semakin baik," tambahnya.
Dilaporkan pula, dalam penanggulangan kemiskinan, persentase penduduk miskin menurun dari 4,11 persen pada 2024 menjadi 3,84 persen pada 2025.
"Penurunan tersebut mencerminkan hasil dari berbagai intervensi pembangunan yang dilakukan secara bersama. Tentu masih belum cukup, karena masih ada kantong-kantong kemiskinan yang memerlukan penanganan yang lebih terarah dan spesifik," demikian Muhidin.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026