Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mengungkapkan, secara umum tingkat kemiskinan di provinsi yang berpenduduk 3,6 juta jiwa tersebut pada periode Maret -September 2013 menurun.

"Tingkat kemiskinan di Kalsel selama periode Maret - September 2013 mengalami penurunan dari 4,77 persen (Maret 2013) menjadi 4,76 persen (September 2013)," ungkap Kepala BPS Kalsel Agnes, di Banjarmasin, Kamis.

Namun secara absolut, selama periode Maret - Septermber 2013, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sebanyak 8.918 orang (dari 52.048 orang pada Maret 2013 menjadi 60.966 orang pada September 2013).

Sementara di daerah perdesaan penduduk miskin pada periode yang sama berkurang sebanyak 7.384 orang (dari 129.691 orang pada Maret 2013 menjadi 122.307 orang pada September 2013), lanjutnya.

Ia menambahkan, secara persentase penduduk miskin di daerah perkotaan Kalsel pada Maret 2013 sebesar 3,25 persen naik menjadi 3,75 persen pada September 2013.

Sedangkan persentasi penduduk miskin di daerah perdesaan di provinsi dengan luas wilayah sekitar 37.000 Km2 itu, turun, yaitu dari 5,88 persen pada Maret 2013 menejadi 5,50 persen pada September 2013.

Ia menerangkan, peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan (GK) masih lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan).

Pada September 2013, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap GK sebesar 71,68 persen, tidak jauh berbeda dengan Marat 2013 yang sebesar 71,81 persen, ungkapnya didampingi Kepala Bidang Distribusi BPS Kalsel Arih.

Kemudian Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) pada periode Maret - September 2013, baik di daerah perkotaan maupun perdesaan mengalami kenaikan.

"Secara persentase, P1 pada Maret 2013, untuk perkotaan 0,356 persen menjadi 0,472 persen pada Septermber 2013, dan periode yang sama perdesaan 0,655 persen menjadi 0,704 persen," ungkapnya.

Dalam periode yang sama pula, P2 di Kalsel, untuk perkotaan dari 0,070 persen menjadi 0,096 persen dan perdesaan dari 0,142 persen menjadi 0,127 persen, demikian Agnes/A. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026