Banjarmasin (ANTARA) - Ratusan warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di Masjid Baabut Taqwa Lapas Banjarmasin, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan Idul Fitri menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan integritas serta kualitas pelayanan kepada warga binaan.

 

“Ini adalah saat yang tepat untuk kembali menata niat dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Herriansyah usai Salat Id di Banjarmasin, Sabtu.

 

Ia berharap seluruh jajaran pemasyarakatan terus menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan berintegritas sejalan dengan nilai-nilai pemasyarakatan.

 

Salat Idul Fitri tersebut dipimpin oleh Ustadz H. Ahmad Syaifullah, sebagai imam sekaligus khotib yang menyampaikan pesan tentang pentingnya memaknai Idul Fitri sebagai sarana memperbaiki diri dan memperkuat hubungan sosial.

Baca juga: Ditjenpas Kalsel aksi nyata wujudkan pemasyarakatan bersih narkoba

Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar kembali suci, tetapi juga mencerminkan peningkatan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kejujuran dan konsistensi dalam kebaikan.

 

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalsel Mulyadi yang menegaskan pentingnya momentum Idul Fitri sebagai sarana mempererat silaturahmi di lingkungan pemasyarakatan.

 

Salah satu warga binaan, Agung, mengaku bersyukur dapat mengikuti Salat Idul Fitri meskipun berada di dalam lapas karena tetap merasakan suasana kebersamaan dan kekhidmatan.

 

“Alhamdulillah, walaupun kami berada di dalam, kami tetap bisa merasakan suasana Idul Fitri yang khidmat dan penuh kebersamaan. Ini menjadi momen yang sangat berarti bagi kami untuk memperbaiki diri,” ujar Agung.

Baca juga: Ditjenpas Kalsel aksi nyata wujudkan pemasyarakatan bersih narkoba

Usai pelaksanaan shalat, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 2026 kepada ribuan warga binaan yang beragama Islam. Pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku dan keaktifan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.



Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026