Banjarmasin (ANTARA) - Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), untuk pertama kalinya mengundang keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam buka puasa bersama guna memperkuat pembinaan dan mempererat hubungan emosional WBP dengan keluarga di Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
“Kegiatan diikuti sekitar 400 dari WBP beserta keluarga yang berlangsung pada 4-5 Maret. Terima kasih atas kehadiran keluarga, peran mereka sangat penting dalam keberhasilan pembinaan,” kata Kepala Lapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah usai berbuka puasa bersama WBP di Banjarmasin, Kamis.
Dengan kehadiran keluarga WBP, ia menekankan bahwa motto Lapas adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan warga binaan dengan harapan momen ini digunakan sebaik-baiknya sebagai langkah awal menuju yang lebih baik.
“Tahun-tahun sebelumnya kegiatan buka puasa hanya melibatkan petugas dan warga binaan tanpa kehadiran keluarga. Tahun ini, Lapas Banjarmasin memulai program baru menghadirkan orang tua, istri, dan anak dalam kegiatan buka bersama,” ucapnya.
Baca juga: Wabup Banjar luncurkan Program S1 bagi warga binaan Lapas Narkotika
Menurut dia, kegiatan ini menjadi bukti pergeseran paradigma pemasyarakatan dari pendekatan kepenjaraan ke reintegrasi sosial dengan mengembalikan warga binaan ke masyarakat dengan cara sebaik-baiknya, tidak menjauhkan mereka dari keluarga.
Herriansyah juga menekankan bahwa kerja sama yang baik antara petugas, warga binaan, dan keluarga memungkinkan WBP menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang dan fokus pada pembinaan diri.
Lapas Banjarmasin menegaskan kegiatan ini menjadi awal tradisi rutin, memperkuat tali silaturahmi, dan mendukung pembinaan yang berfokus pada reintegrasi serta keberhasilan warga binaan kembali ke masyarakat.
Salah seorang WBP, Azhar Assaman, berterima kasih karena bisa bertemu dengan anak dan istri pada momen Bulan Suci Ramadhan kali ini.
“Saya senang bisa berbuka bersama istri dan anak. Harapannya semoga ke depan bisa kembali ke tengah keluarga dengan lebih baik,” ujar Azhar.
