Martapura (ANTARA) - Wakil Bupati Banjar, Kalimantan Selatan, Said Idrus Al Habsyi meluncurkan Program Perkuliahan Strata 1 (S1) bagi warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan di Desa Awang Bangkal Barat.
Peluncuran program yang menjadi terobosan bagi pembinaan narapidana melalui akses pendidikan tinggi di dalam lembaga pemasyarakatan itu di lakukan di lembaga pemasyarakatan di Kecamatan Karang Intan, Rabu.
"Kami mengapresiasi jajaran Lapas khusus Narkotika dan Universitas PGRI Kalimantan atas kolaborasi penyelenggaraan pendidikan tinggi yang diberikan kepada warga binaan," ujar wabup usai peluncuran.
Menurut wabup, sinergi itu telah mengubah paradigma lembaga pemasyarakatan dari sekadar tempat menjalani hukuman menjadi ruang pengembangan diri layaknya kampus bagi penghuninya.
Wabup menilai, tantangan terbesar warga binaan adalah masa depan setelah bebas mengingat tanpa bekal pendidikan dan keterampilan yang memadai, risiko residivisme muncul kembali akan tetap tinggi.
"Kehadiran program sarjana di dalam lapas solusi memutus mata rantai dan sinergi kedua pihak itu menunjukkan pembangunan SDM dilakukan inklusif, mengakomodasi semua pihak tanpa memandang latar belakang," tuturnya.
Said Idrus berharap warga binaan peserta pendidikan tinggi itu dapat memanfaatkan kesempatan dengan tekun belajar, memperkaya cakrawala berpikir dan buktikan ke masyarakat saat bebas memiliki gelar sarjana.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan Yugo Indra Wicaksi mengatakan program perkuliahan S1 adalah satu-satunya di Kalimantan dan sebanyak 29 warga binaan ikut program tersebut.
"Minat warga binaan tinggi, mereka resmi menjadi mahasiswa Fakultas Sosial dan Humaniora Program Studi Kewirausahaan di Universitas PGRI Kalimantan yang telah mengantongi akreditasi B," katanya.
Baca juga: Pemkab Banjar perkuat sinergi dan komitmen wujudkan pembangunan agamis
Ditambahkan Yugo, di dalam lapas juga tersedia Program Paket A, B, dan C dan mereka yang menyelesaikan Paket C diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sehingga berguna saat bebas kelak.
Peluncuran dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Kalsel Mulyadi, Rektor Universitas PGRI Kalimantan Alimuddin A Djawad, Plh Sekda Banjar Ikhwansyah, Forkopimda serta warga binaan status mahasiswa.
