Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Erna Lisa Halaby menyalakan "Cahaya Ramadan" sebagai wujud kepedulian menghadirkan akses listrik bagi masyarakat prasejahtera pada salah satu rumah warga kota itu.

 

Penyalaan sambungan listrik melalui program Light Up The Dream PT PLN 2026 pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dilakukan Lisa di rumah warga Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Rabu.

 

"Alhamdulillah, kami sudah melakukan penyalaan listrik simbolis di kediaman Ibu Titin Kurniawan. Semoga menjadi cahaya di Bulan suci Ramadan yang penuh makna bagi keluarga penerima manfaat," ujar Lisa di sela kegiatan.


Baca juga: PLN Kalselteng bantu warga pasang baru listrik gratis di Banjarmasin
Baca juga: PLN sambung listrik gratis wujudkan mimpi warga Palangka Raya

 

Menurut Lisa, program nasional yang dilakukan PT PLN itu bukan sekadar penyambungan arus listrik, melainkan simbol hadirnya harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup warga di sejumlah wilayah di Indonesia.

 

Lisa Halaby menyampaikan apresiasi kepada jajaran PLN atas konsistensi menjalankan program kemanusiaan, karena akses listrik adalah fondasi utama meningkatkan taraf hidup dan produktivitas keluarga.

 

"Hari ini yang dihadirkan bukan hanya aliran listrik, melainkan semangat dan harapan baru bagi keluarga. Listrik kebutuhan dasar penunjang utama meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat," ucapnya.


Baca juga: 2.597 warga prasejahtera dialirkan listrik gratis dari donasi pegawai PLN
 

Lisa berharap penyalaan listrik di bulan suci ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kesejahteraan masyarakat Banjarbaru.

 

Ditegaskan Lisa, Pemkot Banjarbaru siap memperkuat sinergi dengan PT PLN (Persero) guna memastikan seluruh wilayah kota memperoleh akses energi yang merata dan berkeadilan.

 

Diketahui, Program Light Up The Dream merupakan inisiatif internal pegawai PLN menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu biaya penyambungan listrik gratis bagi warga kurang mampu.

 

Sejak tahun 2023 hingga saat ini, sebanyak 953 rumah tangga di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) telah mendapatkan akses listrik melalui program tersebut.

 



Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026