Banjarmasin (ANTARA) - Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr Ahmad SAg. MFilI menekankan orang-orang beriman agar berpuasa Ramadhan.
Penekanan berpuasa Ramadhan bagi orang beriman sebagaimana kandungan Surah Al Baqarah ayat (183) , ujar dosen Fakultas Ushuluddin UIN Antasari, dalam tausyiahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya sesudah shalat Subuh, Senin.
Menurut akademisi UIN tersebut, isi Surah Al Baqarah 183 itu wajar menekankan orang-orang beriman berpuasa Ramadhan, bukan kepada orang Islam.
"Pasalnya ada saja orang Islam, tapi hanya Islam Kartu Tanda Penduduk (KTP). Begitu pula sebutannya Islam, tapi masih anak-anak belum berakal, serta Islam namun tak berakal seperti orang gila," tutur Ahmad.
Menurut laki-laki kelahiran Juai, Kabupaten Balangan, Kalsel tersebut, kekuatan berpuasa bukan cuma fisik, tapi juga iman.
Baca juga: Akademisi ungkap rahasia Ramadhan mubarak
"Sementara ada yang berpendapat, bahwa iman bagaikan duit. Duit itu kalau banyak, apa yang diinginkan bisa tercapai. Sama halnya, kalau iman kuat, akan bisa melakukan amal ibadah," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, dosen UIN Antasari asal pinggiran Pegunungan Meratus itu memberi amalan selama Ramadhan dari yang dianggap berat hingga ringan seperti salawat kepada Rasulullah Muhammad SAW
"Walau untuk mengerjakan agak ringan, tapi salawat itu punya makna penting. Karena Rasulullah SAW bersabda : kalau bersama Beginda Rasul di surga banyak-banyak bersalawat," ucap Ahmad.
Baca juga: Akademisi ajak maknai perubahan kiblat dengan hati
Namun dosen Fakultas Ushuluddin UIN Antasari itu mewanti-wanti, bahwa untuk bersama Rasulullah SAW di surga bukan cuma bersalawat, tapi juga melakukan kewajiban lain serta tidak berbuat yang Allah larang.

