Tabalong Kalsel (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan. (DPRD Kalsel) Firman Yusi mendukung program Hari Keluarga Tanpa Gawai (HAKTAWA) di provinsinya atau tepatnya di Kabupaten Tabalong
"Program HAKTAWA inisiatif perkumpulan Putra Putri Saraba Kawa atau Pusaka Tabalong untuk memberi ruang interaksi positif dalam keluarga (ayah, ibu, anak)," ujar Firman Yusi ketika dikonfirmasi, Jumat.
Saraba kawa berasal dari bahasa daerah Banjar yang pengertiannya serba bisa merupakan motto daerah Tabalong atau kabupaten paling utara Kalsel yang berbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) tempat Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusaka itu menerangkan, maksud interaksi positif dalam keluarga dengan menekankan pada penepian gawai/gadget.
Peluncuran program HAKTAWA sejak Februari 2026 dengan rangkaian kegiatan setiap bulan hingga Desember mendatang, salah satu tujuannya peningkatan ketahanan keluarga.
"Sesi ini adalah sesi peningkatan kapasitas relawan program untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam memfasilitasi interaksi tersebut," ujar Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel tersebut.
Baca juga: Dewan berharap Safari Ramadhan Gubernur di RTH Jembatan Barito jadi agenda tahunan
Wakil rakyat kelahiran "Kota Minyak" Tanjung (237 km utara Banjarmasin) ibukota Tabalong itu menambahkan, untuk realisasi atau tindak lanjut program HAKTAWA tersebut menghadirkan Kepala Sekolah "Rumah Semut".
Semut juga salah satu LSM di " Bumi Saraba Kawa " Tabalong yang bergerak di bidang lingkungan hidup, ujar alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu berharap, program. HAKTAWA bermanfaat untuk warga banua.
"Semoga program HAKTAWA bermanfaat untuk warga Banua atau warga Bumi Saraba Kawa Tabalong khususnya," demikian Firman Yusi.

