Banjarmasin (ANTARA) - Tadarus Al Qur'an pada sejumlah masjid atau tempat ibadah bukan saja menghangatkan suasana bulan suci Ramadhan, tapi juga menambah kesemarakkan syi'ar. 

Pantauan Antara Kalimantan Selatan (Kalael) pada awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah (berdasarkan rukyat hilal), Rabu malam melaporkan, hampir semua masjid/tempat ibadah di Kota Banjarmasin, menggelar tadarus Al Qur'an sesudah selesai Shalat Tarawih. 

Tadarus bukan saja orang-orang dewasa, tapi juga anak-anak muda/remaja berbaur membaca Al Qur'an secara tartil dan bergilir dari maqra ke maqra. 

Sebagaimana halnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin tua muda membuka mushaf/Al Qur'an dengan harapan selama Ramadhan khatam. 

Sementara tadarusan dari kaum perempuan pada umumnya pagi hari atau sesudah Shalat Subuh dengan pola berguru yang menjaga tajwit dan makhraj

Ketua Pengurus Masjid Assa'adah H Maswan Zain ketika dikonfirmasi menyambut gembira dengan adanya tadarus Al Qur'an. "Apalagi Al Qur'an Allah turunkan pada bulan puasa Ramadhan," ujar alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin itu. 

Menurut Aswan, tadarus Al Qur'an pada bulan Ramadhan, baik malam hari ataupun siang sudah sejak lama menjadi tradisi urang Muslim Banjar. "Tadarusan tersebut dari orang-orang perkotaan hingga pedesaan sampai pelosok terpencil," ujar Aswan Zain.



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026