Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.775 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.811 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan investor menunggu rilis data pasar tenaga kerja (non-farm payrolls/NFP) AS.
“Investor menunggu data pasar tenaga kerja AS untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed di masa mendatang,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Rupiah menguat lagi, hari ini Rp16.799 per dolar AS
Mengutip Xinhua, investor mengantisipasi sangat tinggi jelang rilis laporan data NFP AS. Para pelaku mengharapkan kejelasan apakah pasar tenaga kerja mengalami pelemahan signifikan pascapembaruan data ketenagakerjaan sektor swasta yang mengecewakan dari ADP pada pekan lalu.
Sebelumnya, AS mengumumkan data penjualan ritel pada Desember 2025 yang bergerak datar di 0,0 persen month to month (mom), melambat dari November 2025 dan kurang dari ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen mom.
“Data tersebut menandakan permintaan konsumen yang lebih lemah, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mungkin mempertahankan kebijakan akomodatif dan menekan dolar AS,” kata Josua.
Jika melihat sentimen domestik, Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bank sentral masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga kebijakan ke depannya.
Destry menyampaikan pihaknya akan mempertimbangkan tingkat kecepatan transmisi bunga acuan sebelum mengambil keputusan pemangkasan lanjutan. Keputusan tersebut tetap bergantung pada data ekonomi terkini yang terus dievaluasi atau data dependent.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp16.750-Rp16.850 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah Senin menguat jadi Rp16.872 per dolar AS
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat seiring investor tunggu rilis data NFP AS
