Rantau (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, meninjau sejumlah wilayah banjir guna memastikan kondisi dan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak genangan air selama beberapa pekan terakhir.
Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani mengatakan, banjir yang melanda sejumlah desa, termasuk Desa Marampiau dan Banua Halat Kanan, berdampak langsung terhadap aktivitas warga serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Baca juga: DPRD Banjarmasin tinjau daerah banjir belum kunjung surut
“Kondisi warga cukup memprihatinkan karena banjir berlangsung lama dan mengganggu kehidupan sehari-hari,” kata Faridah saat meninjau lokasi terdampak di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.
Faridah menyebutkan, TP PKK Tapin menyalurkan bantuan berupa sembako serta kebutuhan khusus bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak yang dinilai rentan terdampak bencana banjir.
Ia mengungkapkan, pentingnya kewaspadaan terhadap dampak kesehatan pascabanjir, terutama penyakit kulit yang mulai dialami sebagian warga akibat genangan air dan sanitasi yang terbatas.
“Warga kami minta segera memanfaatkan fasilitas kesehatan di desa maupun rumah sakit apabila mengalami keluhan kesehatan,” ujarnya.
Ketua TP PKK Tapin menghimbau, agar masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air mengingat curah hujan di wilayah Tapin masih relatif tinggi, khususnya bagi warga yang bermukim di bantaran sungai.
Baca juga: Gunung Semeru 30 kali gempa letusan dan 1 kali getaran banjir
“Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama apabila kondisi banjir memburuk,” katanya menambahkan.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026