Pesertanya para pelajar. Mereka diberikan pemahaman tentang risiko dan dampak pernikahan dini dari sisi kesehatan, sosial maupun agama,”

Rantau (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mengajak pelajar menolak praktik pernikahan dini melalui diskusi santai di kafe.

Kepala Dinas P3A Tapin Hj Marsidah mengatakan, pendekatan diskusi di kafe dipilih guna menciptakan suasana yang lebih dekat dengan kalangan muda sehingga peserta lebih terbuka berdialog.

“Pesertanya para pelajar. Mereka diberikan pemahaman tentang risiko dan dampak pernikahan dini dari sisi kesehatan, sosial maupun agama,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Jumat.

Marsidah menyebutkan, kampanye pencegahan perkawinan anak ini dikemas dalam kegiatan bertajuk "Ngobrol Asik di Bulan Ramadan" yang diikuti puluhan pelajar dan dirangkai dengan buka puasa bersama.

"Pada kampanye ini menghadirkan narasumber dari Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani, dokter spesialis kandungan RSUD Datu Sanggul Rantau dr Widhi Susanto, serta ustaz A Darmawan," katanya.

Baca juga: PKK Tapin salurkan bantuan gizi anak di 135 desa prioritas stunting

Ia menambahkan, kampanye pernikahan dini juga bertujuan mendorong pelajar menjadi agen penyampai pesan pencegahan pernikahan dini di lingkungan sekolah.

Menurut Marsidah, upaya menekan perkawinan anak turut berkaitan dengan penurunan risiko stunting karena kehamilan pada usia terlalu muda berpotensi memengaruhi kesehatan ibu dan anak.

Sementara itu, Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani menghimbau, pelajar agar memprioritaskan pendidikan sebelum memutuskan menikah.

“Fokuslah menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu, setelah itu baru memikirkan membangun rumah tangga,” katanya.

Faridah menyebutkan, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa sehingga perlu menyiapkan diri sejak dini melalui pendidikan dan perencanaan hidup yang matang.



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026