Setiap anak menerima 60 butir telur sebagai upaya pemenuhan gizi, disertai edukasi kepada keluarga terkait pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan,”

Rantau (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin bersama Dinas Sosial Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat intervensi percepatan penurunan stunting dengan menyalurkan bantuan telur kepada anak terindikasi stunting di Kecamatan Lokpaikat.

Penyaluran telur dipusatkan di Pendopo Lokpaikat, menyasar 48 anak dengan total bantuan 2.880 butir telur sebagai pemenuhan gizi harian.

Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani mengatakan, program bantuan telur merupakan bagian dari inovasi daerah bertajuk “Bagasing” atau Bersama Cegah Anak dari Stunting.

“Setiap anak menerima 60 butir telur sebagai upaya pemenuhan gizi, disertai edukasi kepada keluarga terkait pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.

Baca juga: Kodim 1010 Tapin bangun Jembatan Garuda di Desa Sawaja

Ia menambahkan, intervensi tidak hanya berfokus pada bantuan pangan, tetapi juga peningkatan kapasitas keluarga dalam pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

Faridah menyebutkan, peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) menekankan edukasi pencegahan stunting bagi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) serta masyarakat yang terlibat dalam layanan posyandu.

Sementara Kepala Dinas Sosial Tapin Syafrudin mengatakan, bantuan telur tersebut merupakan bagian dari strategi terpadu pemerintah daerah dalam menekan prevalensi stunting.

“Intervensi gizi spesifik seperti ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan status gizi anak,” katanya.

Ia menyebutkan, Pemkab Tapin menargetkan penurunan stunting secara bertahap melalui sinergi lintas sektor, melibatkan PKK, perangkat daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

"Upaya menekan prevalensi stunting ini akan diperluas ke wilayah lain guna memastikan intervensi berjalan merata dan berkelanjutan," ucap Syafrudin.



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026