Kegiatan ini bertujuan membantu meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,
Rantau (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Tapin menggelar sunatan massal bagi 150 anak dari keluarga kurang mampu sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan dasar di Tapin.
Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani mengatakan, sunatan massal menjadi salah satu momentum Ramadan 1447 Hijriah untuk membantu keluarga prasejahtera yang terkendala biaya layanan kesehatan.
“Kegiatan ini bertujuan membantu meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.
Ia menambahkan, sunatan massal ini menyasar peserta dari 12 kecamatan yang di Kabupaten Tapin.
Faridah menyebutkan, sunatan massal tidak hanya berorientasi pada bantuan biaya, namun juga memastikan setiap peserta memperoleh tindakan medis yang aman dan higienis sesuai standar pelayanan kesehatan.
“Pelaksanaan kegiatan melibatkan tenaga medis profesional dari Dinkes Tapin, terdiri dari dokter dan perawat berpengalaman,” katanya.
Seluruh prosedur, ucap Faridah, dilakukan berdasarkan standar operasional pelayanan kesehatan guna menjamin keamanan serta kenyamanan peserta selama tindakan berlangsung.
"Setiap peserta sunatan massal akan menerima paket perlengkapan berupa sarung, kopiah, obat-obatan serta bingkisan sebagai dukungan moril bagi anak dan keluarga," ucap Faridah.
Baca juga: Pemkab Tapin dan Baznas salurkan 1.600 paket Ramadhan
Berdasarkan data panitia, kata dia, peserta termuda berusia lima tahun berasal dari Tapin Utara, sedangkan peserta tertua berusia 37 tahun dari Kecamatan Lok Paikat.
"Sunatan massal dilaksanakan melalui sistem pendaftaran lebih dahulu hingga kuota 150 peserta terpenuhi, dengan pelaksanaan di fasilitas kesehatan yang telah ditentukan," katanya menambahkan.
Melalui sunatan massal, Faridah berharap, mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan preventif sekaligus menekan kesenjangan akses layanan medis bagi masyarakat kurang mampu di daerah itu.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026