Martapura (ANTARA) - Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Arjani menegaskan siap memperkuat pembinaan generasi muda Islami, sehingga terwujud suatu penerus yang mengamalkan nilai-nilai Islam di kabupaten itu.
"Kami tentu siap mencetak sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda Islami sehingga kehidupan religius khususnya di Kabupaten Banjar terus terpelihara," ujarnya di Kota Martapura, Jumat.
Sebelumnya, Arjani dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banjar periode 2025-2030 bersama pengurus lainnya, Rabu (3/12).
Baca juga: Kabupaten Banjar kembali juara umum MTQ Kalsel 2025
Menurut Arjani pihaknya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dan siap berkomitmen bersama pengurus BKPRMI terus mengabdi bagi umat selama lima tahun masa pengabdian sebagai pengurus organisasi.
"Mayoritas penduduk Kabupaten Banjar muslim dan dikenal sebagai Serambi Mekkah Kalimantan sehingga kami siap berkomitmen mewujudkan generasi muda Islami demi masa depan daerah makin religius," ucapnya.
Arjani juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan bantuan hibah untuk mendukung gerak organisasi, termasuk bantuan insentif bagi para ustadz dan ustadzah.
"Semoga kepengurusan baru ini dapat menjadi lebih baik, maju dan jaya di masa mendatang. Kami harapkan dukungan seluruh pihak sehingga bisa mewujudkan visi dan misi bersama pengurus lainnya," kata dia.
Baca juga: Bupati Banjar ajak generasi muda bergerak dan berkolaborasi majukan daerah
Bupati Banjar Saidi Mansyur diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Khairullah Anshari, mengharapkan pengurus baru mampu melanjutkan peran strategis organisasi membina generasi muda Islam di Kabupaten itu.
Ditegaskan Khairullah, BKPRMI memiliki fokus penting dalam program kaderisasi, pelatihan dai muda serta penguatan pendidikan Al Qur'an melalui Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) dan Madrasah Diniyah.
"Hal itu sejalan visi pemerintah daerah membangun generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman," katanya.
