Direktur RS Pertamina dr Alvin Malvinas Bayu Putra mengatakan penyuluhan ini wujud kontribusi rumah sakit bersama Pertamina EP untuk menambah pengetahuan UMKM terkait pentingnya makanan bergizi dan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola dan memasarkan produk Food dan Beverage (makanan dan minuman).
Baca juga: Puluhan sepeda motor alami "brebet" usai isi Pertalite di SPBU HST
"Kami menginginkan pelaku UMKM lebih siap mendukung program Indonesia Sehat dan Tabalong Pasti Sehat dengan memproduksi makanan serta minuman bergizi," jelas Alvin di Tabalong, Selasa.
Dengan makanan yang punya nilai gizi diyakini Alvin dapat menyehatkan serta tidak berisiko menyebabkan penyakit seperti kegemukan, diabetes, atau hipertensi.
Imbauan serupa juga disampaikan Pelaksana Tugas Kadinkes Tabalong Husin Ansyari agar UMKM sebagai penggerak ekonomi sekaligus penyedia makanan bisa memenuhi kaidah kesehatan dan mengolah makanan yang aman untuk konsumen.
"Banyak penyakit disebabkan oleh makanan, khususnya makanan cepat saji yang mengandung bahan kimia berlebihan atau bumbu penyedap yang terlalu banyak," jelas Husin.
Salah satunya penyakit obesitas atau kelebihan gizi pada anak-anak yang perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi munculnya penyakit lain.
Husin juga mengapresiasi jajaran RS Pertamina Tanjung dan Pertamina Hulu Migas yang memberikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk kepedulian lingkungan, kepada warga di sekitar area operasional.
Baca juga: Komisi III DPRD Kalsel temui Pertamina terkait masalah BBM
Peserta penyuluhan UMKM dari Desa Jirak Kecamatan Pugaan, Desa Masukai Kecamatan Murung Pudak dan pedagang Taman 10K Kecamatan Murung Pudak yang menjadi binaan Pertamina EP Tanjung.
Perwakilan manajemen Pertamina Wisma Rumekso menambahkan kegiatan ini bentuk kolaborasi RS Pertamina Tanjung dan PT Pertamina yang menjadi bagian program CSR dan lingkungan sekitar operasional perusahaan.
"Program CSR saat ini juga mencakup tanggung jawab sosial lingkungan karena itu para pedagang di Taman 10K bisa turut menjaga kebersihan lingkungan," pesan Wisma.
Mengingat kurang tertibnya para pembeli di Taman 10K khususnya anak-anak yang membuang sampah tidak pada tempatnya.
Dalam penjelasannya ahli gizi dari RS Pertamina Tanjung Ahmad Durrum Nafis mengatakan persoalan gizi pada makan saat ini menjadi penting karena masyarakat atau konsumen sudah menyadari pentingnya makanan bergizi bagi kesehatan.
Ia pun memaparkan soal Snack kekinian, gizi aman agar pelaku usaha bisa memahami kandungan gizi pada makanan, manfaat dan risiko bagi kesehatan.
Baca juga: DPRD Kalsel minta Pertamina periksa keaslian BBM
