Batulicin (ANTARA) - Yayasan Rumah Pena Beraksi bersama PT. Arutmin Indonesia berkomitmen mengentaskan kasus stunting di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, untuk mewujudkan Indonesia menuju generasi emas.
Ketua Yayasan Rumah Pena Beraksi Andrianto Mokodompit, di Batulicin, Jumat, mengatakan, upaya yang dilakukan saat ini dalam menangani kasus stunting adalah mengadakan seminar stunting kepada masyarakat.
Baca juga: Polda Kalsel salurkan 10,5 ton beras SPHP dibeli peserta ABR 2025
"Dalam seminar itu, masyarakat menerima edukasi pola asuh orang tua terhadap anaknya mengenai pemberian gizi yang seimbang sejak seribu hari pertama kehidupan," katanya.
Rian menjelaskan, dalam mengentaskan kasus stunting perlu dilakukan kolaborasi dengan semua pihak, tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi harus melibatkan pendidikan, sosial, ketahanan pangan, dunia usaha, hingga peran masyarakat itu sendiri.
Perwakilan PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin Irfan Nurhidayat, menyampaikan bahwa manajemen perusahaan terus berkomitmen mendukung upaya pencegahan stunting di Tanah Bumbu.
"Melalui kolaborasi PT Arutmin bersama Yayasan Rumah Pena Beraksi, kami ingin mewujudkan generasi emas di masa mendatang dengan mempersiapkan suumber daya manusia yang cerdas, produktif, inovatif, berkarakter kuat, sehat, dan beradab," tutur Irfan.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanah Bumbu Erli Yuli Susanti, menjelaskan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 kasus stunting di "Bumi Bersujud" mengalami penurunan signifikan hingga 4,5 persen.
Baca juga: Kemeriahan ABR 2025 ditandai gun start, junjung semangat inklusi
"Kita tidak bisa menurunkan kasus stunting hanya bergantung pada pemerintah atau dinas terkait, kita perlu kolaborasi yang baik dalam mengentaskan kasus ini," tegasnya.
