Ananda di Banjarmasin, Senin, menyampaikan, peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 ini jadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk selalu mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin programkan pelatihan produktivitas kerja
Menurut dia, Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 yang bertema Pahlawanku teladanku, terus bergerak, melanjutkan perjuangan, mengingatkan tiga poin penting keteladanan para pahlawan.
Keteladanan pertama, ungkap dia, sifat sabar dan ulet yang dimiliki para pahlawan dahulu dalam jalur perjuangan di saat segala keterbatasan melanda.
"Mereka sabar menempuh ilmu, sabar dalam menyusun strategi, sabar menunggu momentum dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan," ungkapnya.
Dinyatakan Ananda, dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.
Sedangkan keteladanan kedua, kata Ananda, karakter dan semangat pahlawan yang senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.
Menurut dia, ini merupakan bentuk kehormatan sejati, sebab mereka meninggalkan jejak manfaat bagi perjuangan bangsa.
"Setelah kemerdekaan diraih, pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balas dan tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian," kata Ananda.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin latih puluhan perempuan kuasai public speaking
Keteladanan ketiga, kata Ananda, terkait pandangan jauh ke depan, hal yang dirasakan bangsa saat ini berkat perjuangan pahlawan terdahulu untuk kebaikan dan kemakmuran bangsa yang mereka cintai.
"Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang. Mereka menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata. Termasuk doa mereka yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan," ujarnya.
"Ini adalah modal besar bagi generasi kita. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan. Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati dan pengabdian," katanya.
Hal ini, menurut Ananda tegak lurus dengan semangat Asta Cita yang coba dihidupkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui ketahanan nasional, kemajuan pendidikan, upaya menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan berdaya.
"Kita ingin kemerdekaan ini tidak menjadi sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih dan melayani lebih tulus," katanya .
"Dengan bekerja, bergerak dan berdampak. Semangatnya tetap sama membela yang lemah, memperjuangkan keadilan dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan," demikian katanya.
Baca juga: Kirab obor Porprov XII Kalsel sambangi Kota Banjarmasin
