Tabalong Kalsel (ANTARA) - Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Firman Yusi mengharapkan, agar kopi Tabalong atau kabupaten paling utara provinsi setempat bisa berkompetisi di pasar kopi premium.
"Misi saya sederhana, bagaimana kopi Banua (Tabalong bisa berkompetisi dengan kopi daerah lain di pasar kopi premium, " ujar Firman Yusi ketika dikonsumsi, Sabtu malam.
Anggota DPRD Kalsel dua periode kelahiran "kota minyak" Tanjung (237 km utara Banjarmasin) ibukota Tabalong itu mengaku, sudah lama ingin mempertemukan para stakeholder kopi.
Baca juga: Kopi Hatungun Tapin dikembangkan jadi komoditas unggulan
"Setahu saya, untuk bisa bersaing di pasar kopi premium prosesnya harus ditangani sejak penanaman sampai masuk ke dalam gelas," ujar alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu.
Menurut Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel itu, hal penting harus disiplin dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) -nya.
"Kalau semua itu (sejak penanaman sampai masuk ke dalam gelas dsn SOP-nya) bisa dilakukan, petani kita punya harapan dapat harga lebih dari setiap butir kopi yang dihasilkannya," ujar Firman Yusi.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Tabalong itu mulai dengan mempertemukan "penjual kopi" dengan "pengasuh petani kopi".
"Sesudah mempertemukan penjual kopi dengan pengasuh petani kopi tersebut akan ada langkah selanjutnya, tunggu saja," demikian Firman Yusi.
Baca juga: ABMM bantu kopi Aranio naik kelas hingga raih apresiasi nasional
"Bumi Saraba Kawa" Tabalong yang berbatasan dengan Kalimantan Timur (Kaltim) tempat Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut, warga masyarakatng kini juga mengembangkan tanaman kopi.

