Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan menghimbau warga setempat waspada terhadap serangan penyakit demam berdarah yang banyak muncul di musim penghujan.


"Musim hujan merupakan masanya nyamuk Aedes Aegpty pembawa virus demam berdarah berkembangbiak sehingga warga harus waspada," ujar Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Banjarbaru, Zainal Arifin, Selasa.

Ditekankan, himbauan waspada terhadap serangan demam berdarah itu karena musim hujan merupakan masa rawan berkembangnya nyamuk AA yang membawa virus penyakit mematikan itu.

Apalagi, kata dia, sudah ada satu balita berinisial Syi warga Kelurahan Loktabat Utara yang meninggal dunia dan dinyatakan positif terserang demam berdarah sehingga nyawanya tidak tertolong.

Selain balita yang meninggal dunia pada Selasa (6/12) itu, satu anak lain berinisial Ais juga sempat menjalani perawatan di ruangan khusus anak RSUD Banjarbaru karena positif terserang demam berdarah.

Namun, kondisi anak berusia tujuh tahun itu sudah membaik dan mampu melewati masa kritis sehingga nyawanya bisa diselamatkan dari penyakit mematikan yang belum ditemukan obatnya itu. 

"Melihat kondisi sekarang yang banyak turun hujan maka kewaspadaan warga harus ditingkatkan, jangan sampai genangan air di sekitar lingkungan rumah dibiarkan," pesannya. 

Menurut dia, tindakan yang harus dilakukan warga untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegpty adalah membuang wadah atau tempat yang bisa menimbulkan genangan air sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.

Dijelaskan, nyamuk AA hanya bisa hidup dan berkembangbiak pada air yang jernih terutama bekas air hujan sehingga setiap genangan air di lingkungan rumah harus dihilangkan.

"Makanya setiap wadah atau tempat yang menimbulkan genangan air harus cepat dibuang sehingga tidak menjadi sarang nyamuk dan berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk AA," ungkapnya.

Dikatakan, tindakan itu merupakan bagian dari gerakan 3 M yakni menutup, menguras dan mengubur barang-barang yang berpotensi menimbulkan genangan air dan dikhawatirkan menjadi sarang nyamuk.

"Sejauh ini, gerakan 3 M cukup efektif mencegah berkembangbiaknya nyamuk terutama nyamuk AA sehingga diharapkan warga terus menggalakan gerakan itu terutama dilingkungan rumahnya," kata dia./zal/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026