Pemerintah Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Kesehatan setempat meminta warga mewaspadai berjangkitnya penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Drg Hj Diah Praswasti di Banjarmasin, Sabtu, membenarkan di wilayahnya kini lagi berjangkit penyakit yang ditularkan nyamun aides aegypti tersebut.
Dijelaskannya akibat penyakit yang membuat kulit berbintik-bintik merah tersebut telah merenggut nyawa seorang anak di Banjarmasin.
Menurut Diah R Praswati, sejak Januari hingga Februari ini sudah ditemukan 14 kasus DBD yang menyerang warga Banjaramsin, satu diantaranya meninggal dunia, yakni, anak berusia sekitar 8 tahun di daerah Pakauman Banjaramsin Selatan.
Dengan adanya korban jiwa ini, kata Diah, Diskes pun secepatnya melakukan penanggulangan dan pembasmian sarang nyamuk di wilayah tersebut seluas 200 meter persegi di radius kejadian kasus DBD tersebut.
"Kita sudah lakukan fogging di wilayah itu, demikian juga wilayah lainnya yang ada terdapat kasus DBD," ujarnya.
Dipaparkannya, kasus DBD di Kota Banjarmasin pada Januari 2012 sebanyak 7 kasus, memasuki Februari ini kembali ditemukan 7 kasus. Kini ditemukan di Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Barat, sehingga ditetapkan daerah tersebut endemik DBD," ujarnya.
Namun demikian, katanya, Banjarmasin masih belum menetapkan KLB DBD dengan sudah adanya korban jiwa tersebut. Pasalnya, KLB baru ditetapkan terkecuali korban jiwanya mencapai lima orang keatas.
"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai virus menular ini. Salah satu caranya menjaga kebersihan lingkungan seperti 3M, yakni, Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat-tempat yang sering dijadikan perkembangbiakan nyamuk," demikian Diah R Praswasti.
Kegiatan pengasapan dinilai merupakan cara tetap dalam memberantas nyamuk tersebut dengan memutus mata rantai penyebarannya.D/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.