Martapura Kalsel (ANTARA) - Anggota Komisi IV Bidang Kesra DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Habib Umar Hasan Alie Bahasyim berpendapat, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) memiliki nilai ganda, baik nilai-nilai spiritual maupun material.
"Karenanya saya, baik secara pribadi maupun atas nama lembaga legislatif mendukung dan mengapresiasi MTQ XXXVI Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2025 yang berlangsung di Kabupaten Banjar," ujar Anggota Komisi IV yang juga membidangi keagamaan serta sosial kemasyarakatan itu ketika dikonfirmasi, Sabtu.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel II/Kabupaten Banjar itu menerangkan, nilai-nilai spiritual dalam MTQ sudah barang tentu tidak terlepas dari nilai-nilai religius (agamais) antara lain berupa syiar dan pengisi kekosongan rohani.
"Nilai-nilai religius tersebut yang menuntun atau bisa menyelamatkan kita di dunia dan akhirat kelak dalam menggapai kebahagiaan yang hakiki," ujar Habib Umar.
Sedangkan nilai-nilai material pada MTQ melalui gelar silaturahmi dapat menumbuhkembangkan usaha mikro kecil menengah atau dalam konteks ekonomi kerakyatan, lanjut wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
"Oleh sebab itu, mari kita sukseskan MTQ XXXVI Tingkat Provinsi Kalsel yang berlangsung di 'Bumi Barakat" Banjar atau "Bumi Seribu Masjid" dan ribuan santri tersebut, " ajak Habib Umar Hasan Alie Bahasyim.

Ajakan yang sama dari salah seorang anggota Dewan Hakim MTQ XXXVI Tingkat Provinsi Kalsel tersebut, Tuan Guru H Madyan Noor Mar'ie yang juga mantan Ketua Persatuan Qari dan Qariah DKI Jakarta itu.
MTQ XXXVI Tingkat Provinsi Kalsel 2025 yang berlangsung di "kota intan" Martapura itu mengusung tema : "Bersama Al Qur'an Kita Bangun Generasi Yang Berakhlak Mulia dan Berilmu" tanggal 19-27 Juni 2025.
