Sekretaris Disperin Provinsi Kalsel Firmansyah di Banjarmasin, Jumat, mengatakan kegiatan tersebut melibat peserta dari seluruh kota/kabupaten se-Provinsi Kalsel.
Baca juga: Disperin Kalsel tingkatkan kompetensi ASN kelola data IKM
Firmansyah mengapresiasi kegiatan tersebut berjalan tanpa kendala dengan harapan menjadi ajang transfer pengetahuan teknis dan upaya pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan industri kreatif berbasis kearifan lokal.
“Pelatihan ini adalah langkah awal, karena tugas besar kita membina perajin agar menghasilkan produk berkualitas dan ramah lingkungan, serta melestarikan filosofi kain Sasirangan sebagai warisan budaya Banua,” ujar Firmansyah.
Ia juga menekankan penting kolaborasi penyuluh, perajin, dan pelaku industri usai pelatihan ini selesai untuk menciptakan jaringan kerja yang kuat dan berkelanjutan.
Baca juga: Pelaku IKM pangan di Kalsel dibekali kapasitas wirausaha
Sementara itu, instruktur pelatihan Arif Wicaksono menjelaskan peserta mengikuti praktik langsung terkait teknik pewarnaan alami pada kain Sasirangan selama kegiatan berlangsung empat hari tersebut.
“Kami berharap para peserta dapat menularkan ilmu ini kepada perajin dan peserta didik di daerah masing-masing, agar teknik pewarna alam ini semakin meluas dan menjadi nilai tambah bagi produk lokal,” ungkap Arif.
Baca juga: Rumah tidak layak huni capai 24.577 unit di Kalsel
Pewarta: Imam HanafiEditor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.