Banjarmasin (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Zainal Hakim menyatakan, daerahnya harus memaksimalkan pengerukan sungai untuk mengatasi banjir rob yang makin sering terjadi.

"Karena kita tidak bisa hanya mengandalkan rumah pompa dan pintu air untuk mengatasi banjir rob ini," ujarnya di Banjarmasin, Rabu.

Baca juga: Waspadai potensi rob di pesisir Sungai Barito Kalsel pada 17-25 April

Zainal menyampaikan, banyak sungai di daerah ini yang dangkal, hingga terjadi air pasang tidak bisa menampung maksimal.

Meskipun, ucap dia, diadakan teknologi rumah pompa dan pintu air, tetap tidak bisa mengatasi masalah secara maksimal.

"Karena permukaan air sungai tinggi, hingga meluber ke mana-mana," ujarnya.

Zainal menyampaikan dukungan penuh pemerintahan Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR dan Wakilnya Hj Ananda yang ingin meningkatkan program normalisasi sungai untuk ketahanan banjir.

Selain itu, ungkap dia, perbaikan saluran air atau drainase di sejumlah wilayah, terutama di kawasan yang rentan terkena banjir rob.

Bahkan, dia meminta, sistem drainase ini dibuat di kawasan pemukiman yang tidak memiliki drainase atau saluran pembuangan air.

Dia juga meminta pemerintah kota menindak tegas bangunan yang mengganggu fungsi drainase.

"Selain mampet dan tersumbat, tak jarang ada bangunan yang membuat drainase kurang berfungsi maksimal. Nah, ini yang harus diperhatikan juga," ujarnya.

Menurut Zainal, mengantisipasi banjir selain kanal yang terkoneksi, juga perlu membuat lokasi penampungan air di sejumlah wilayah Banjarmasin.

Baca juga: BPBD Banjarmasin imbau masyarakat waspadai rob

"Misal di kawasan Sungai Andai, kemudian di Pulau Insan Japri Zamzam dan daerah lainnya. Lokasi ini nantinya bisa menambah objek wisata di Banjarmasin," ujarnya.

Zainal mengingatkan, agar implementasi Perda Rumah Panggung dimaksimalkan, mengingat saat ini banyak bangunan di Banjarmasin yang tidak menerapkan regulasi tersebut.

"Kalau ini terjadi akan membuat sungai dangkal dan drainase tersumbat, sehingga air menjadi lambat turun mengalir," ujarnya.

 



Pewarta: Sukarli
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026