Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan mengajak masyarakat untuk terus membulatkan tekad melestarikan lingkungan hidup yang semakin hari semakin kritis.
"Mari kita bergandeng tangan untuk terus melestarikan lingkungan hidup di daerah ini," kata Wagub pada penganugerahan Pena Hijau Award di Banjarmasin, Minggu.
Menurut Rudy, kelestarian lingkungan hidup dewasa ini telah menjadi isu global umat manusia diseluruh dunia meyakini bahwa lingkungan hidup telah mengalami kerusakan cukup memprihatinkan.
Kerusakan, baik di darat,laut, air maupun udara dan bahkan sekarang ini isu pemanasan global menjadi masalah serius yang dihadapi dunia.
Pada kesempatan yang sama Kapolda Kalsel Brigjen Syafruddin mengatakan, kegiatan inspirasi dan motivasi lingkungan yang diselenggarakan Komunitas Jurnalis Pena Hijau diharapkan menjadi inspirasi bagi semua kalangan agar lebih giat berupaya menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.
"Sekecil apapun yang kita lakukan terpenting turut berbuat bagi lingkungan," ujar Syafruddin.
Ketua Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia (Kojhi) Deny Susanto mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada para pihak yang memiliki kepedulian dan komitmen besar terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Pada penganugerahan Pena Hijau Award 2011 untuk kategori Hijau Bahari (Laut) jatuh kepada Kelompok Nelayan Insan Kotabaru yang diterima ketuanya Arbani.
Sedangkan kategori Meratus (Pegunungan) penghargaan diberikan pada kelompok simpan pinjam Haratai Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Sedangkan Kategori Green City (Perkotaan) penghargaan jatuh ke tangan Anang Rosadi Adenansi mantan anggota DPRD Kalsel tersebut berjasa terhadap penghijauan Kota Banjarmasin.
Katagori Publik Policy atau tokoh masyarakat pengambil kebijakan Pena Hijau Award 2011 diberikan kepada kepada Wakil Gubernur Kalsel H. Rudy Resnawan, Kapolda Kalsel Brigjen Syafruddin, Wakil Wali Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli.
Puncak Pena Hijau Award 2011 dimeriahkan sejumlah pertunjukan seni, teater bertema Meratus Berduka, puisi lingkungan dan diserahkannya penghargaan terhadap pemenang lomba foto lingkungan dan karya tulis lingkungan.(B/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.