Transportasi Kotabaru-Pulau Sembilan dan beberapa kepulauan di Kotabaru, Kalimantan Selatan kembali lancar setelah beroperasinya kapal pengganti bagi kapal perintis KM Kana yang tenggelam di Maradapan, Pulau Sembilan Mei 2010 akibat bocor dan dihantam gelombang.
        
Seorang warga setempat, Riadi, Minggu, mengatakan, sebulan terakhir ini sejak beroperasinya KM Delta Sembada, transportasi dari Kotabaru ke Pulau Sembilan dan pulau-pulau kecil di sekitarnya kembali lancar.
        
"Bahkan dengan lancarnya transportasi tersebut harga sembilan bahan pokok juga kembali normal," kata dia.
        
Sebelumnya, kata Riadi, sejak KM Kana tenggelam, maka distribusi bahan pokok ke Pulau Sembilan yang berbatasan dengan wilayah Jawa Timur itu menjadi terganggu.
        
Pedagang enggan mendatangkan barang dari Kotabaru karena harus mencarter kapal/speedboat yang mencapai Rp3 juta -Rp4 juta sekali berlayar.
        
Hal itu yang mengakibatkan pedagang terpaksa menaikkan harga barang disesuaikan dengan biaya transportasi.
        
Namun sejak KM Delta Sembada menggantikan KM Kana melakukan pelayaran di beberapa pulau terisolasi di Kotabaru dan Sulawesi Selatan, sebulan terakhir ini , maka transportasi kembali lancar dan harga barang-barang berangsur normal.
       
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Penjaga dan Keselamatan, Kantor Administrasi Pelabuhan Kotabaru H Rahmad Jayadi, mengatakan, sejak awal September, KM Delta Sembada mulai beroperasi menggantikan KM Kana.
        
Rahmad Jayadi mengatakan, sebelum tertimpa musibah tenggelam, KM Kana berkewajiban melakukan pelayaran sesuai kontraknya.
        
Namun akibat tenggelam di Perairan Marabatuan, Pulau Sembilan pada Rabu (26/5) sekitar pukul 17.30 Wita setelah dihantam badai.
        
Maka tugas KM Kana digantikan KM Delta Sembada dengan rute sama yakni pelayaran rute Kotabaru - Batulicin - Marabatuan - Pulau Kerayaan - Marabatuan - Maradapan - Pulau Matasirih - Marabatuan - Batulicin - Kotabaru - Majene - Kotabaru.
        
Total pelayaran sekitar 718 mil dalam satu periode


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026