Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mewacanakan sayembara konsep pembenahan wisata Pasar Terapung sehingga tetap lestari sampai kapanpun.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan pada pembukaan festival budaya pasar terapung di halaman kantor Pemprov Kalsel, Kamis mengatakan saat ini pedagang pasar terapung terus berkurang tergerus oleh pasar modern.

Dengan demikian, kata dia, diperlukan solusi cerdas untuk bisa mempertahankan pasar yang menjadi ikon wisata Kalsel agar tetap lestari.

"Salah satu upaya untuk mempertahankan pasar terapung tersebut kita berencana mengadakan sayembara untuk mendapatkan konsep terbaik agar pasar terapung lebih menarik," katanya.

Konsep yang diterima, tambah Rudy, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Pemerintah Provinsi Kalsel dan daerah kabupaten dan kota terkait.

Upaya lain melestarikan pasar terapung adalah dengan menggelar festival budaya pasar terapung ke IV dengan tema "The Hidden Beauty of Borneo" yang berlangsung 24 - 26 November 2011.

Pada festival tersebut selain "memindahkan" pedagang pasar terapung dari Sungai Kuin ke sungai Martapura di halaman Pemprov Kalsel, juga ditampilkan ratusan jenis masakan khas Kalsel dari 13 kabupaten dan kota.

Makanan khas Kalsel yang ditampilkan di 50 stan "Kampoeng Banjar" tersebut mendapatkan sambutan antusias dari ratusan masyarakat yang hadir di acara tersebut.

Festival juga dibuka dengan parade pembukaan festival budaya terapung yang menampung 45 jenis kebudayaan dari seluruh kabupaten dan suku-suku dari provinsi lain yang tinggal di Kalsel.

Sekitar 15 budaya dari luar Kalsel yang tergabung dalam Pergelaran Pentas Seni dan Budaya Ikatan Suku Bangsa Kalimantan Selatan juga memeriahkan festival tersebut.

Pawai budaya yang disambut meriah masyarakat Kalsel tersebut antara lain menampilkan budaya Bugis, Manado, Padang, Jawa, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah yang ditutup dengan gelar Reog Ponorogo.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Pentas Seni dan Budaya Saut Nathan Samosir mengatakan, digelarnya pentas tersebut sebagai tanda bahwa di Kota Banjarmasin khususnya dan Kalimantan Selatan umumnya, tidak hanya dihuni oleh penduduk Banjar asli, melainkan banyak etnis lain seperti Madura, Batak, Jawa dan lainnya.

Ke depan pergelaran serupa akan dijadikan sebagai agenda tahunan oleh ikatan suku bangsa Kalimantan Selatan (ISKABA)./B*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026