Embarkasi haji Banjarmasin, Kalimantan Selatan dilengkapi alat pendeteksi suhu tubuh yang berfungsi sebagai pemindai suhu tubuh setiap calon haji embarkasi tersebut.
        
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin Abdul Halim H Ahmad di Banjarbaru, Minggu mengatakan, alat dengan nama Thermal Scanner itu mampu memindai suhu tubuh manusia yang melewatinya.
        
"Alat itu berguna untuk mengetahui suhu tubuh setiap calon haji sehingga apabila mereka melewati alat itu maka suhu tubuhnya terdeteksi tinggi atau normal," ujarnya di sela proses penerimaan caln haji kloter satu dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
        
Alat pendeteksi suhu tubuh manusia itu bantuan Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dan digunakan selama pemberangkatan di embarkasi setempat.
        
Penggunaannya baru dijalankan pada musim haji 1431 Hijriah, sedangkan tahun lalu masih menggunakan peralatan manual berupa peralatan khusus yang diarahkan ke bagian dahi calon haji.
        
Peralatan canggih itu ditempatkan di aula Jeddah Embarkasi Haji Banjarmasin dan digunakan saat jamaah menjalani proses penerimaan dan pendaftaran setibanya di lingkungan asrama haji yang berlokasi di Kecamatan Ulin Kota Banjarbaru itu.
        
"Begitu jamaah berbaris untuk menjalani proses penerimaan dan pendaftaran alat itu langsung berfungsi mendeteksi suhu tubuh, jika suhu di atas normal maka langsung ketahuan," ungkapnya.
        
Bagi jamaah yang suhu tubuhnya di atas suhu normal 38 derajat celsius maka jamaah bersangkutan langsung diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengobati panas atau demam maupun kemungkinan penyakit lain yang dideritanya.
        
Petugas bidang kesehatan jamaah, Mirhan mengatakan, alat itu  berguna untuk mengetahui suhu tubuh jamaah sehingga bagi yang suhu tubuhnya di atas normal bisa langsung ditangani petugas kesehatan.
        
"Fungsi alat pemindai suhu tubuh itu sangat berguna untuk mengetahui kondisi awal kesehatan jamaah dan alatnya sudah digunakan di Arab Saudi sehingga jika sudah terdeteksi sehat dan panas tubuh normal maka diharapkan tidak masalah lagi saat tiba disana," ujarnya.
         
Ditambahkan, alat itu dilengkapi kamera dan hasilnya langsung tergambar di layar monitor sehingga setiap orang yang melintasinya dapat terbaca suhu tubuhnya.
        
"Ada petugas khusus yang mengontrol alat itu atau bisa juga hasil pemindaian terhadap setiap jamaah diperiksa teliti dan jika diketahui suhu tubuhnya di atas normal maka jamaah bersangkutan diminta memeriksakan kesehatan ke poliklinik embarkasi," katanya.


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026