Pemerintah Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, menyempurnakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk mendukung pengembangan potensi unggulan di kabupaten itu.


Penyempurnaan itu ditandai dengan konsultasi publik materi teknis Rencana Tata Ruang Wilayah, ujar Sekretaris Daerah Banjar Nasrun Syah di Martapura, Rabu.

Konsultasi publik diikuti pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah, perwakilan dunia usaha, masyarakat, LSM dan pemerhati RTRW.

"Konsultasi publik rencana RTRW tahun 2011-2031 dilakukan untuk menjaring masukan dari berbagai pihak sehingga rancangan RTRW lebih sempurna,"tambahnya.

Ia mengatakan, RTRW disusun sesuai rencana pengembangan potensi unggulan kawasan agropolitan, perikanan, pariwisata, dan pengembangan jaringan perdagangan lokal hingga internasional yang islami dan berkelanjutan.

"Pengembangan potensi disesuaikan karakteristik wilayah kecamatan sehingga setiap potensi bisa ditata dan dikembangkan agar pembangunan semakin terarah," ungkapnya.
Kasubbid Transportasi, Perhubungan dan Rencana Tata Ruang Bappeda Kabupaten Banjar Cornelius Kristiyanto  mengatakan, pembahasan materi konsultasi publik RTRW meliputi rencana struktur ruang wilayah.

Kemudian, rencana pola ruang wilayah, rencana kawasan strategis, arahan pemanfaatan ruang, pengendalian pemanfaatan ruang, peran serta masyarakat dan kerjasama dengan kabupaten/kota tetangga.

Dijelaskan, sesuai rencana RTRW untuk kawasan perikanan budidaya/minapolitan berada di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota, dan kawasan pesisir Kecamatan Aluh ? Aluh.

Kawasan pengembangan ekonomi lokal perkebunan karet rakyat direncanakan mencakup kawasan Kecamatan Karang Intan, Mataraman, Astambul dan Martapura Barat sebagai kawasan strategis pengembangan ekonomi.

"Kami menjaring berbagai masukan dari seluruh pihak terkait dan masukan itu akan dijadikan acuan dalam penyusunan draft RTRW sehingga bisa mencakup seluruh aspek," ujarnya.

Disebutkan, salah satu masukan peserta adalah hutan lindung Taman Hutan Rakyat Sultan Adam yang jangan dijadikan kawasan hutan produksi sehingga kelestariannya dapat terus terjaga.

Ditambahkan, seluruh saran peserta akan dijadikan bahan masukan dalam penyempurnaan RTRW Kabupaten Banjar yang dikonsultasikan ke Bakosurtanal dan Kemendagri di Jakarta, Kamis (27/10).zal/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026