...diperlukan saling dukung dan bersinergi dalam memberantas peredaran narkoba di Kalsel.
Marabahan,  (Antaranews Kalse) - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi, Kalimantan Selatan. Kombes Arnowo menyatakan, di Kalsel sudah terdapat 55.000 orang atau 1,8 persen penduduk yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

"Kondisi ini merupakan ancaman. Sementara di sisi lain Indonesia ditarget untuk menjadi generasi emas di HUT ke-100 tahun RI 2045," kata Kepala BNNP Kalsel Kombes Arnowo, di Marabahan, Rabu.

 Menurut dia, jika Narkoba terus merasuki penduduk maka target generasi emas tentunya tidak bisa terwujud. 

Karena itu, sebut dia, diperlukan saling dukung dan bersinergi dalam memberantas peredaran narkoba di Kalsel.

Arnowo menerangkan, BNNP, BNNK dan instansi terkait terus berupaya maksimal melakukan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba di Kalsel.

Sampai tahun 2015, jelas dia, telah dilakukan revitasi sekitar 2.500 korban yang umumnya berasal dari kalangan pelajar.

Melalui kegiatan melibatkan para pelajar, Arnowo menyatakan sangat mengapresiasi Pagelaran Seni dan Budaya digelar Pemkab Batola, Senin (14/11) malam tersebut.

Terpisah, Bupati Barito Kuala Hasanuddin Murad mengatakan, Pagelaran Seni dan Budaya dalam rangkaian Peringatan Hari Anti Narkoba Indonesia 2016, di Batola berisi Deklarasi Menolak Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba serta Deklarasi Kebhinekaan.

Deklarasi tersebut, ungkap dia, dihadiri Forkopinda Kepala BNNP Kalsel, BNNK Barito Kuala dan dilanjutkan penandatangan komitmen bersama menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

 "Acara pagelaran juga diisi penyerahan piagam penghargaan dan hadiah dalam rangka Hari Anti Narkoba Indonesia menampilkan aneka pertunjukan seni dan budaya seperti madihin, rudat, serta maulid," ujarnya. 

Pewarta: Arianto
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026