Ketika dikonfirmasi, Senin, putri almarhum H Aberani Sulaiman, mantan gubernur provinsi tersebut membenar dirinya sudah mengajukan pemohonan mengundurkan diri sebagai Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) periode 2014-2019.
"Ya, saya sudah mengajukan surat permohonan pengunduran diri sebagai ketua dewan. Karena surat pengunduran diri tersebut salah satu syarat mencalonkan diri sebagai Bupati Barito Kuala (Batola), Kalsel," ucap politikus Partai Golkar itu
Ia menyebutkan salah satu syarat pendaftaran calon bupati (cabup) pada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Batola 21-23 September 2016 adalah pengunduran dari jabatan tersebut. "Jadi sebelum waktu pendaftaran cabup itu saya mengajukan surat permohonan pengunduran diri sebagai ketua dewan," tegasnya.
Namun, lanjutnya, secara yuridis dirinya masih tetap sebagai ketua lembaga legislatif provinsi tersebut hingga resmi sebagai cabup Batola berdasarkan surat keputusan (SK) KPUD setempat yang pengumunannya dijadwalkan 24 Oktober 2016.
"Jadi secara yuridis saya masih tetap sebagai Ketua DPRD Kalsel hingga pengumuman KPUD Batola. Hanya saja mungkin saya tidak bisa lagi banyak aktif karena mengahadapi pemilihan kepala daerah atau pilkada yang dijadwalkan Februari 2017," ujarnya.
"Tapi Insya Allah ketidakaktifan saya tidak akan mengganggu kegiatan DPRD Kalsel. Karena masih ada pimpinan dewan lain yang sistem kerjanya kolektif," lanjut istri H Hasanuddin Murad (kini Bupati Batola periode kedua) itu.
Di DPRD Kalsel periode yang beranggotakan (termasuk unsur pimpinan) 55 orang itu dengan tiga wakil ketua masing-masing H Muhaimin SH MH MKn dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) atau sebagai wakil tingkat provinsi tersebut selama empat periode.
Kemudian Asbullah AS SH dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan H Hamsyuri SH dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), keduanya pendatang baru di DPRD Kalsel.
Sedangkan keanggotaan DPRD Kalsel periode 2014 - 2019 itu terdiri dari Partai Golkar 13, PDI-P delapan, PPP tujuh, PKB dan Partai Gerindra masing-masing enam orang.
Selain itu, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lima orang, Partai Demokrat empat, Partai NasDem tiga, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dua dan Partai Amanat Nasional (PAN) satu orang.
Dari keanggotaan DPRD Kalsel tersebut selain PPP yang kurang satu orang, juga Partai Demokrat kurang satu, karena keduanya masing H Rusdiansyah Asnawi dan H Achmad Bisung meninggal dunia menjelang akhir Ramadhan 1437 Hijriah/Juni 2016.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.