Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Barabai Agus Pramono menjelaskan kegiatan pendataan Sensus Pajak Nasional telah di luncurkan secara resmi tanggal 30 September 2011 dan efektif secara resmi di area kerja KPP Pratama Barabai dilaksanakan sejak tanggal 05 Oktober 2011 untuk Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tapin.
Diterangkannya untuk lokasi pencanangan kegiatan sensus pajak nasional di pilih Halaman Plaza Murakata Barabai karena daerah ini pusat perekonomian dan peredaran uang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan harapan menjadi wahana sosialisasi yang efektif pelaksanaan sensus pajak nasional kepada masyarakat.
Sensus Pajak Nasional merupakan kegiatan pengumpulan data mengenai kewajiban perpajakan dalam rangka memperluas basis pajak dengan mendatangai subjek pajak (orang pribadi atau badan) di seluruh wilayah Indonesia yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
Dan Tujuan Program sensus pajak antara lain untuk memperluas basis pajak, peningkatan penerimaan pajak, peningkatakan penerimaan SPT Tahunan PPh, pemuktahiran data Wajib Pajak dan Pencairan Tunggakan yang mengandung manfaaat untuk menyiapkan data yang akurat atas potensi pajak dalam rangka peningkatan peningkatan pajak.
"Ada persoalan mendasar yang dihadapi petugas pajak saat ini seperti masih rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya serta adanya rasa ketidak adilan yang di rasakan wajib pajak karena ada wajib pajak yang senantiasa membayar sementara yang lainnya belum hal ini juga terjadi karena data yang belum valid dan terkini,"katanya.
Apalagi menurutnya untuk Kabupaten Hulu Sungai Tengah diperlukan optimalisasi penerimaan dari pajak mengingat sumber pendanaan dari APBD HST berasal dari 80% Dana Perimbangan Pusat atau APBN dan begitu pun diketahui APBN hampir 70% berasal dari penerimaan pajak Nasional.
Pihaknya merasa berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Bupati HST H Harun Nurasid demi suksesnya pelaksanaan Sensus Pajak Nasional sehingga kegiatan pencanangan gerakan sensus pajak Nasional di Kabupaten Hulu Sungai Tengah berlangsung lancar dan terpadu dengan melibatkan banyak unsur dan tokoh masyarakat.
Bupati HST H Harun Nurasid dalam sambutannya mengungkapkan upaya untuk menyukseskan sensus pajak nasional adalah tanggung bersama untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa pajak merupakan sumber utama pembiayaan pembangunan nasional umumnya dan daerah HST khususnya.
Tugas berat untuk meningkatkan penerimaan dari pajak bukan hanya dipikul Petugas Pajak tetapi harus didukung semua elemen masyarakat agar kesadaran membayar pajak untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan tumbuh sehat di masyarakat dengan diiringi penggunaan dana pajak secara transfaran, akuntabel dan dapat dipertanggung jawabkan serta jauh dari penyimpangan.
Dituturkan dua mega proyek yang bersumber dari pajak yaitu dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBN yang sedang dilaksanakan di HST adalah pembangunan jalan lingkar yang diharapkan mampu memperluas kawasan kota dan perekonomian Barabai dan peremajaan Pipa PDAM demi peningkatakan pelayanan air bersih yang lebih prima untuk masyarakat.
"Kedepannya kita terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk menggali potensi pendanaan dari APBN seperti perencanaan pembangunan pasar-pasar tradisional modern yang nantinya akan menghidupkan pasar-pasar budaya di Bumi Murakata,"katanya.
Pencanangan Sensus Pajak Nasional di tandai dengan pemasangan secara simbolis atribut petugas pendataan Sensus Pajak Nasional oleh Bupati HST H Harun Nurasid didampingi Kepala KPP Barabai Agus Pramono dan Perwakilan Kanwil Pajak Propinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan juga diisi tukar cinderamata dari KPP Pratama Barabai dan Pemkab HST serta tausiyah oleh KH Abdul Gaffar, turut Berhadir dalam kegiatan Pencanangan Sensuk Pajak Nasional Para Pimpinan SKPD dan Camat, Para Pimpinan BUMN dan BUMD, ulama, tokoh masyarakat serta undangan lainnya. Fat/B.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026