"Sejak awal atau selama tiga bulan saya bertugas di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin, perairan pantai/laut wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) dalam keadaan kondusif," tegasnya, Selasa.
Pendapat atau penilaian perwira menengah TNI-AL yang baru bertugas tiga bulan di Lanal Banjarmasin itu menjawab Antara Kalsel di sela-sela halal bihalal Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) provinsi setempat di Mahligai Pancasila Banjarmasin.
Namun, lanjut Oky yang baru menyelesaikan tugas di daerah perbatasan antara Indonesia - Philipina itu, pihaknya terus mewaspadai keadaan perairan pantai/laut yang menjadi wilayah dua provinsi (Kalselteng) bertetanggan tersebut.
Begitu juga masyarakat, terutama mereka yang suka melaut atau menangkap ikan di laut hendaknya secara bersama-sama pula mewaspadai terhadap segala sesuatu yang bisa/berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, ajaknya.
"Pasalnya ancaman atau gangguan kemanan tersebut bisa saja muncul secara tiba-tiba. Karena itu peningkatan kewaspadanaan menjadi keniscayaan bagi kita semua," lanjutnya.
Perwira menengah TNI-AL berpangkat Letkol (P) itu mengaku terkesan dengan keadaan masyarakat Banjarmasin khususnya atau wilayah kerjanya meliputi Kalselteng yang cukup agamis.
Selain itu, tingkat kebersamaan atau kegotong royongan warga masyarakat Banjarmasin - Kalselteng yang tergolong tinggi, demikian Oky.
Halal bihalal KB-PII itu bekerjasama dengan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalsel menghadirkan Wakil Ketua DPD RI Prof Dr Farouk Muhammad yang juga mantan Gubernur Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) selaku pembicara utama.
Memberikan sambutan dalam halal bihalal itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor (mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia/PII), Ketua Umum Pengurus Besar KB-PII Nasrullah Larada MSi dan Ketua Umum KB-PII provinsi setempat ustadz H Chairani Idris.
Pewarta: Syamsudin HasanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.