OTDA instrumen percepatan pemerataan pembangunan, penguat pelayanan publik, serta jembatan menuju kesejahteraan masyarakat,
Kandangan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30 tahun 2026, di halaman Kantor Sekretariat Daerah, Kandangan, Senin.
Mengusung tema nasional “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran daerah sebagai fondasi kokoh dalam membangun Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) HSS H. Suriani membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang menegaskan bahwa peringatan Hari OTDA bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan titik refleksi untuk memperkokoh komitmen dan peran daerah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa otonomi daerah adalah instrumen percepatan pemerataan pembangunan, penguat pelayanan publik, serta jembatan menuju kesejahteraan masyarakat.
Tema Asta Cita menjadi simbol kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, yang berpadu dalam harmoni sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Baca juga: Bupati HSS terima kunjungan Danlanal Banjarmasin
"Seperti aliran sungai yang bermuara ke samudra, pembangunan nasional hanya akan mencapai tujuan besarnya apabila setiap daerah mengalir dalam satu arah terkoordinasi, selaras, dan saling menguatkan," ujarnya.
Untuk itu, menurut dia, diperlukan langkah-langkah strategis, di antaranya integrasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah, reformasi birokrasi berbasis hasil yang didukung digitalisasi, penguatan kemandirian fiskal, serta kolaborasi antardaerah.
Selain itu, pemerintah juga didorong untuk terus fokus pada pemenuhan layanan dasar, pengentasan ketimpangan, serta penguatan stabilitas dan ketahanan daerah dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam amanat juga ditekankan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam menjawab tantangan besar seperti ketahanan pangan, energi, pengelolaan sumber daya air, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi.
"Upaya strategis yang perlu diperkuat meliputi pengembangan kewirausahaan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, reformasi birokrasi, serta penegakan hukum yang transparan dan akuntabel," ucapnya.
Dan semua itu merupakan bagian dari ikhtiar bersama, dalam membangun daerah yang mandiri dan berdaya saing.
Baca juga: Wabup HSS dorong PT BPR bertranformasi perkuat tata kelola
Memasuki usia 30 tahun pelaksanaan otonomi daerah, capaian yang telah diraih menjadi pijakan penting untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Meski tantangan ke depan tidak ringan, namun dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, optimisme untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan tetap terjaga.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga diingatkan untuk tetap menjunjung prinsip efisiensi dan efektivitas dalam setiap pelaksanaan kegiatan, termasuk dalam peringatan Hari Otonomi Daerah.
"Setiap penggunaan anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi aspek seremonial," ungkapnya.
Upacara tersebut dihadiri unsur Forkopimda HSS, Sekretaris Daerah H. Muhammad Noor, para asisten, staf ahli, para kepala OPD, camat, lurah, serta seluruh peserta upacara.
Pewarta: FathurrahmanEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.