Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan di Banjarmasin, Selasa, mengatakan, stok BBM jenis premium bersubsidi di daerah ini hanya mencukupi hingga November 2010.
"Berdasarkan informasi dari Pertamina, stok BBM bersubsidi untuk Kalsel hanya mencukupi hingga November 2010. Hal ini terjadi karena pertumbuhan kendaraan roda empat dan roda dua di daerah itu mencapai 30 persen," katanya.
Ini dilakukan untuk mengantisipasi dan surat permintaan tambahan kuota subsidi BBM sudah dikirim kepada Kementerian ESDM yang ditembuskan ke Pertamina wilayah VI Balikpapan.
Surat yang dikirim pada 16 September 2010 tersebut, kata Wagub, diharapkan segera mendapatkan jawaban, dan permintaan tamabahan BBM bersubsidi untuk Kalsel bisa segera dipenuhi.
"Saya yakin, tidak mungkin pemerintah pusat membiarkan roda perekonomian Kalsel stagnan atau terhenti gara-gara tidak adanya BBM. Semuanya pasti ada jalan keluar. Saya yakin itu," katanya.
Bahkan, kata dia, Pemprov Kalsel akan segera mengutus orang atau pejabat berkompeten menghadap kekementerian ESDM untuk bisa mendapatkan kuota tambahan subsidi BBM tersebut.
Berdasarkan data Pertamina, subsidi BBM Kalsel selama Januari- Juli 2010, tersisa 136.803 kiloliter premium dan 48.185 kiloliter solar. Persediaan itu akan habis pada November 2010.
Sedangkan kuota premium untuk Kalsel pada tahun ini sebanyak 369.103 kiloliter, solar 167.890 kiloliter dan kerosen sebanyak 178,238 kiloliter.
Mengantisipasi hal tersebut, kata dia, Pemprov Kalsel meminta tambahan kuota 2010 menjadi 428,305 kiloliter premium, 178.238 kiloliter kerosen dan 215.456 solar.
Kepala Humas Pertamina Balikpapan Bambang Irianto memastikan bahwa penyaluran BBM akan tetap dilaksanakan hingga Desember 2010 sesuai jatah kuota yang ditetapkan pemerintah sejak awal.
Hanya saja, kata dia, agar bisa mencukupi hingga akhir tahun ini, pasokan ke seluruh SPBU di Kalsel terpaksa dikurangi.
Sisa BBM bersubsidi Kalsel tinggal 200 kiloliter, sedangkan kebutuhan 300 kiloliter, maka Pertamina akan membagi 200 kiloliter yang seharusnya cukup dua bulan menjadi tiga bulan.
Kecuali permintaan pemerintah daerah agar subisidi BBM segera ditambah bisa direalisasikan oleh pemerintah pusat, kemungkinan bisa dialokir sesuai yang dijatahkan.
Bambang mengatakan, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Kalsel tetapi juga secara nasional, khususnya seluruh wilayah Kalimantan.
"Makanya, kita juga mendorong seluruh provinsi di Kalimantan termasuk Kaltim, Kalteng dan Kalsel mengajukan surat permohonan permintaan penambahan kuota BBM bersubsidi," katanya.
Untuk menutupi kekurangan tersebut, disarankan masyarakat memanfaatkan Pertamax yang telah disiapkan di beberapa SPBU di Kalsel. Ada 26 dari 70 SPBU di Kalsel menyediakan Pertamax, katanya.
Bambang menyatakan pihaknya akan terus mendorong seluruh SPBU daerah ini menyiapkan Pertamax mengantisipasi kekurangan BBM bersubsidi.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.