Puluhan angkutan semen yang kita jaring dalam operasi Bersinar Intan 2016 karena muatannya melebihi ketentuan dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 yang berdampak pada kerusakan jalan umum,Tanjung (Antaranews Kalsel) - Jajaran Kepolisian Resor Tabalong, Kalimantan Selatan, bersama tim gabungan dari Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika, serta Kodim 1008/Tanjung menjaring sebanyak 51 angkutan semen milik PT Conch Sout Kalimantan dalam operasi Intan Bersinar 2016.
Kapolres Tabalong AKBP Zuhdi Batubara di Tanjung, Selasa mengatakan, angkutan semen milik investor asal Tiongkok ini telah melanggar Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
"Puluhan angkutan semen yang kita jaring dalam operasi Bersinar Intan 2016 karena muatannya melebihi ketentuan dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 yang berdampak pada kerusakan jalan umum," jelas Zuhdi.
Hal senada juga disampaikan Kasatlantas Polres Tabalong AKP Fauzan Arianto kalau aktifitas angkutan semen milik PT Conch di Desa Saradang Kecamatan Haruai menuai banyak protes dan jajaran kepolisian pun terus melakukan kegiatan penertiban.
"Beberapa kali kita melakukan tindakan mulai dari himbauan hingga penindakan atas angkutan semen yang melebih kapasitas namun pihak pengusaha tetap bandel hingga akhirnya warga langsung melakukan aksi pencegatan armada PT Conch," jelas Fauzan.
Pasca pencegatan langsung angkutan semen PT Conch oleh warga di ruas jalan Guru Danau Mabuun, Polres Tabalong telah mengamankan dua unit mobil trailer bermuatan semen yang melebihi kapasitas.
Terpisah salah satu aktifis LSM Kabupaten Tabalong Rusmadi mengatakan untuk meminimalkan dampak kerusakan jalan akibat angkutan semen yang melebih kapasita, PT Conch harus menggunakan armada yang lebih kecil seperti truk.
"Pihak Conch harus menggunakan armada angkutan yang lebih kecil seperti truk agar dampak kerusakan jalan tidak makin besar selain itu pengusaha bisa lebih memberdayakan tenaga kerja lokal," jelas Rusmadi.
Menanggapi persoalan ini Bupati Tabalong Anang Syakhfiani mengatakan saat ini pimpinan tertinggi perusahaan semen asal Tiongkok ini sedang sakit namun Pemerintah Daerah terus mengupayakan bisa berkomunikasi langsung dengan pimpinan PT Conch.
"Selama ini komunikasi dengan pihak PT Conch hanya melalui penerjemah bahasa karena itu akan lebih efektif jika dikomunikasikan dengan pimpinan atau pengambil kebijakan di perusahaan tersebut," jelas Anang.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.