Tanjung (ANTARA) - Festival Budaya Dayak Deah di Desa Pangelak Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan menyuguhkan berbagai seni dan budaya Dayak Deah Kampung 10 menjadi ajang pelestarian tradisi leluhur.

Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani mengatakan  kegiatan tahunan ini sekaligus  momentum untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman serta  menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.

Baca juga: "Merepah Sahaja Budaya Meratus" untuk lestarikan budaya Dayak Meratus

"Pemerintah daerah  berkomitmen  terus mendukung kegiatan kebudayaan, pelestarian adat, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar budaya terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi," jelas Noor Rifani di Tabalong,  Jumat.

Festival yang digelar sejak 23 sampai 26 Oktober 2025  pengunjung bisa  menyaksikan aneka  budaya dan ekonomi kreatif karya pelaku usaha atau  UMKM lokal berupa  kerajinan lokal, kuliner khas Dayak.

Kepala Adat Dayak Deah Kampung 10 Suparin menyampaikan rasa terima kasih kepada para pelaku usaha yang beroperasi Kecamatan Upau, Pemkab Tabalong dan pihak lainnya  atas kontribusi serta dukungan hingga festival tahunan ini bisa dilaksanakan.

Sebelumnya pembukaan festival juga  dihadiri perwakilan Pemkab Kapuas, Ivan Yulius (Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kapuas), Eksternal Relation Division Head PT Adaro Indonesia, Rinaldo Kurniawan, Forkopimda, PT Conch South Kalimantan, PT Jhonlin serta pelaku usaha lainnya.

Hari ini  festival  akan dimeriahkan pawai budaya, pagelaran  tari tradisional, lomba menumbuk padi dan lomba festival bahasa ibu.
.
Konser musik "Suara Dari Pedalaman" dengan bintang tamu Uyau Moris dan kesenian Madihin akan digelar Sabtu (25/10/2025).

Baca juga: Menjaga Nafas Budaya untuk Aruh Adat Dayak Meratus Halong Balangan

Penutupan festival pada tanggal 26 Oktober 2025 akan dimeriahkan tari kolosal dan naik Manau yang menjadi tradisi budaya Dayak Deah.
 



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026