Kotabaru (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, Lima kabupaten di Kalimantan Selatan di prediksi terdampak hujan lebat pada Senin 20 Maret 2023 berlaku sejak pukul 08.00 Wita.

Berdasarkan situs https://signature.bmkg.go.id, Lima wilayah yang diprediksi terdampak hujan lebat, di antaranya wilayah Tapin, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai selatan,Tabalong dan sekitarnya.

Wilayah Tapin terdiri dari wilayah Piani, Lokpaikat, Tapin Utara, Bakarangan, Tapin Tengah, Tapin Selatan, Binuang, Salam Babaris, Bungur, Hatungun, Candi Laras Utara,dan Candi Laras Selatan.

Untuk Wilayah Kabupaten Banjar meliputi Telaga Bauntung, Paramasan.

Wilayah Barito Kuala terdampak di Bakumpai, Marabahan, Tabukan, dan Kuripan.

Sedangkan Hulu Sungai Selatan di daerah, Simpur, Kandangan, Sungai Raya, Padang Batung, Angkinang, Telaga Langsat.

Serta Kabupaten Tabalong meliputi wilayah Tanjung, Muara Harus, Tanta, Haruai, Murung Pudak, serta Upau

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan banjir pesisir pantai atau rob yang berpotensi di perairan Kalimantan Selatan di wilayah Kotabaru berlaku pada 20-23 Maret 2023.

Hal tersebut diakibatkan karena fenomena fase bulan baru yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum di pesisir wilayah Kalimantan Selatan.

Pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Kotabaru pada 20-23 Maret 2023 sekitar pukul 18.00-21.00 Wita dengan ketinggian maksimum mencapai 2,5 meter.

Sedangkan pada 24-28 Maret 2023 sekitar pukul 06.00-10.00 Wita dengan ketinggian maksimum mencapai 2,7 meter. Wilayah yang berpotensi terdampak pesisir perairan Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Hal ini berdampak pada terganggunya aktifitas keseharian masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktifitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat

BMKG menghimbau, masyarakat pesisir pantai agar selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena banjir rob.

Pewarta: Ahmad Nurahsin Q
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026